UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Budaya Noken memiliki arti kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan cinderamata kerajinan tangan dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Papua. Sebagai Ibu Kota Provinsi, Jayapura memiliki banyak pengrajin noken yang memasarkan karyanya di trotoar dan hal tersebut mengakibatkan fungsinya tidak efisien karena belum adanya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai. Perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga menghasilkan desain Kawasan Wisata Budaya Noken yang dapat mewadahi kegiatan berbudaya yang sesuai dengan suasana tradisional daerah Papua dan nyaman bagi pengguna. Penerapan arsitektur tradisional honai dilakukan dengan mengolah bentuk bangunan tata massa sesuai dengan kelompok fungsi ruang yang sama.

Pendekatan arsitektur tradisional honai pada perencanaan kawasan wisata budaya noken didasari oleh budaya yang memiliki makna kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua sebagai warisan budaya tak benda yang telah tercatat di UNESCO dan fenomena banyaknya pengrajin noken yang masih berjualan di trotoar pada beberapa tempat di Kota Jayapura.Sehingga pertimbangan konsep sesuai dengan suasana tradisional bagi kegiatan berbudaya pengrajin noken dan kenyamanan pengguna bangunan dengan menerapkan karakteristik arsitektur tradisional honai yang memiliki makna filosofis bagi masyarakat Papua pada bentuk denah bangunan yang melingkar, atap kerucut, material alami, dan pola tata massa pada kawasan.Melalui penyediaan wadah untuk para pengrajin noken dan pengenalan budaya noken, diharapkan dapat menjadi solusi atas fenomena permasalahan yang terjadi di Kota Jayapura khususnya terkait kerajinan noken.Berdasarkan hal ini, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih lanjut mengenai ketahanan bangunan terhadap optimalisasi penggunaan material alami lokal pada keberlanjutan kawasan tanpa menghilangkan suasana tradisional honai itu sendiri.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lebih mendalam mengenai ketahanan bangunan terhadap penggunaan material alami lokal dalam rangka menjaga keberlanjutan kawasan wisata budaya noken. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan desain kawasan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan konservasi sumber daya alam. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan wisata budaya noken, sehingga dapat menjadi wadah yang tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat setempat.

  1. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo). noken papua dynamics impact unesco heritage recognition jsw jurnal... doi.org/10.21580/jsw.2020.4.2.5569JSW Jurnal Sosiologi Walisongo noken papua dynamics impact unesco heritage recognition jsw jurnal doi 10 21580 jsw 2020 4 2 5569
  2. NOKEN LOCAL WISDOM AS REPRESENTATION OF GOD'S LOVE | Al-Qalam. noken local wisdom god love al qalam... doi.org/10.31969/alq.v29i1.1254NOKEN LOCAL WISDOM AS REPRESENTATION OF GODS LOVE Al Qalam noken local wisdom god love al qalam doi 10 31969 alq v29i1 1254
  3. THE CLIMATE IMPACT TOWARDS FORM, MATERIALS, AND CONSTRUCTION OF PAPUA VERNACULAR HOUSES | Soedhijanto... doi.org/10.30998/lja.v6i2.16615THE CLIMATE IMPACT TOWARDS FORM MATERIALS AND CONSTRUCTION OF PAPUA VERNACULAR HOUSES Soedhijanto doi 10 30998 lja v6i2 16615
Read online
File size637.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test