IKTAIKTA

Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)

Gizi ibu hamil merupakan salah satu fokus perhatian kegiatan perbaikan gizi masyarakat karena dampaknya yang signifikan terhadap kondisi janin yang dikandungnya, peningkatan berat badan dan nutrisi ibu selama kehamilan sangat penting untuk dipantau, karena merupakan indikator pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan penelitian adalah mengetahui Palembang. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan bayinya di PMB Sagita Palembang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di PMB Sagita Palembang pada bulan Mei 2022. Data yang digunakan adalah data sekunder, data diambil dari catatan bidan dengan melihat kenaikan berat badan ibu pada masa hamil dan berat badan bayi ketika lahir, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 responden, ibu hamil dengan kategori normal sebanyak 45,3% dan pada kategori tidak normal sebanyak 61,5%, berat badan lahir bayi pada rentang 2500-4000 gram sebanyak 92,4%, BB <2500 gram sebanyak 3,8% dan BB >4000 gram sebanyak 3,8%. Hasil uji chi square didapatkan nilai ρ-value 0,279 > ɑ (0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kenaikan BB ibu hamil terhadap berat badan lahir bayi di PMB Sagita.

Sebagian besar responden berusia 20‑35 tahun (92,5%) dan mayoritas memiliki paritas 2‑3 (54,7%).Distribusi kenaikan berat badan ibu hamil menunjukkan 45,3% normal dan 54,7% tidak normal, sedangkan berat lahir bayi mayoritas berada pada rentang 2500‑4000 g (92,4%).Analisis chi‑square menghasilkan p = 0,279 (> 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di PMB Sagita.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana asupan gizi ibu hamil, termasuk konsumsi makro‑ dan mikronutrien serta suplementasi, memengaruhi berat badan lahir bayi, dengan memperhitungkan faktor‑faktor perancu seperti usia ibu, paritas, dan status sosial‑ekonomi, sehingga dapat mengidentifikasi pola gizi yang paling berkontribusi terhadap peningkatan berat lahir yang optimal. Selain itu, diperlukan studi kohort longitudinal yang melibatkan sampel lebih besar dan meluas ke beberapa rumah sakit atau Puskesmas, untuk mengevaluasi pengaruh pola dan tempo kenaikan berat badan ibu selama tiga trimester kehamilan terhadap hasil neonatal, termasuk berat lahir, panjang badan, dan indeks massa badan, guna menentukan periode kritis yang paling menentukan pertumbuhan janin. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran biomarker fungsi plasenta seperti faktor pertumbuhan plasenta (PlGF) atau hasil Doppler arteri uterina sebagai mediator antara kenaikan berat badan ibu hamil dan berat badan lahir bayi, sehingga dapat memberikan gambaran mekanistik yang lebih jelas dan membuka peluang intervensi klinis berbasis biomarker.

  1. HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL TERHADAP BERAT BADAN BAYI SAAT LAHIR DI BPS WIRAHAYU PANJANG... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/2266HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL TERHADAP BERAT BADAN BAYI SAAT LAHIR DI BPS WIRAHAYU PANJANG ejurnalmalahayati ac index php kesehatan article view 2266
Read online
File size1008.06 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test