USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Terdapat beberapa indikator utama yang dapat digunakan untuk menilai kualitas starter sourdough, yaitu pH, volume adonan, dan kehadiran serta keragaman Lactic Acid Bacteria (LAB). Sementara itu, penambahan bahan alami seperti fermentasi buah pisang ambon dianggap mampu meningkatkan kualitas starter sourdough, dengan meningkatkan jumlah dan keragaman LAB. Studi ini merupakan studi eksploratif komparatif yang membandingkan kualitas starter sourdough yang dibuat dengan fermentasi buah pisang ambon (Tipe III) dan yang dibuat tanpa buah pisang ambon (Tipe I), serta mengidentifikasi keragaman LAB pada keduanya. Studi ini menunjukkan bahwa semua parameter lebih baik pada Tipe III dibandingkan Tipe I, di mana pH lebih rendah, adonan berkembang lebih cepat dan memiliki volume yang lebih besar, serta jumlah LAB yang lebih tinggi. Sementara itu, LAB yang terkandung pada Tipe III lebih beragam (Lactobacillus pentosus, Lactobacillus plantarum, dan Lactobacillus paraplantarum) dibandingkan Tipe I yang hanya mengandung satu isolat (Lactobacillus pentosus). Berdasarkan hasil yang ditemukan, sourdough dengan penambahan fermentasi buah pisang ambon dapat menghasilkan starter yang lebih baik dan mengandung LAB yang lebih beragam, yaitu heterofermentatif dan homofermentatif.

Penambahan air fermentasi buah pisang ambon terbukti meningkatkan kualitas starter sourdough (Tipe III) dibandingkan tanpa penambahan (Tipe I).Hal ini dapat dilihat dari beberapa parameter penting, yaitu jumlah total BAL (TPC) yang lebih besar pada Tipe III.Kualitas sourdough juga ditunjukkan oleh parameter kimia seperti pH yang lebih rendah dan volume adonan yang lebih besar dan lebih cepat.Parameter lainnya, starter sourdough Tipe III mengandung jenis Lactobacillus yang lebih beragam, yaitu Lactobacillus pentosus (heterofermentatif), Lactobacillus plantarum, dan Lactobacillus paraplantarum (homofermentatif), sedangkan starter sourdough (Tipe I), hanya ditemukan satu spesies, yaitu Lactobacillus pentosus.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh jenis buah yang berbeda dalam fermentasi terhadap kualitas starter sourdough, dengan mempertimbangkan keragaman mikroba dan karakteristik kimiawi. 2. Mengembangkan metode identifikasi dan karakterisasi mikroba yang lebih akurat dan efisien, terutama untuk spesies LAB yang lebih beragam. 3. Meneliti lebih dalam tentang interaksi antara mikroba dalam ekosistem sourdough, terutama antara spesies LAB yang berbeda, dan bagaimana hal ini mempengaruhi kualitas dan karakteristik sourdough.

  1. The diversity and function of sourdough starter microbiomes | eLife. diversity function sourdough starter... elifesciences.org/articles/61644The diversity and function of sourdough starter microbiomes eLife diversity function sourdough starter elifesciences articles 61644
  2. Kualitas Starter Sourdough dengan Penambahan Sari Salak | Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis. kualitas... paris.ipb-intl.ac.id/index.php/paris/article/view/486Kualitas Starter Sourdough dengan Penambahan Sari Salak Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis kualitas paris ipb intl ac index php paris article view 486
Read online
File size355.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test