URINDOURINDO

Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)

Data dari UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 17,72%. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada bulan Maret sampai Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu total sampling. Data diolah menggunakan SPSS dengan analisis univariat dan bivariat, menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian terbukti ada hubungan antara pendidikan (p value 0,000< α 0,05), status sosial ekonomi (p value 0,000< α 0,05), lama menderita DM (p value 0,000< α 0,05), komplikasi DM (p value 0,01< α 0,05), Pengetahuan (p value 0,001< α 0,05) dan Pengelolaan DM (p value 0,000< α 0,05) dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Sedangkan untuk variabel umur (p value 1,000 > α 0,05) dan jenis kelamin (p value 0,718 > α 0,05) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2.

Dari 101 responden, 60,4% menunjukkan kualitas hidup rendah, sementara 39,6% memiliki kualitas hidup tinggi.Analisis bivariat mengidentifikasi enam variabel (pendidikan, status sosial ekonomi, lama menderita DM, komplikasi DM, pengetahuan, dan pengelolaan DM) yang berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p < 0,05), sedangkan umur dan jenis kelamin tidak berpengaruh.Oleh karena itu, faktor‑faktor tersebut dapat menjadi fokus intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di UPTD Puskesmas Tunggakjati.

Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain kohort longitudinal untuk mengevaluasi bagaimana program edukasi terstruktur mengenai pengetahuan diabetes dan manajemen glikemik memengaruhi kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 selama minimal dua tahun di wilayah Karawang Barat dan mengidentifikasi faktor prediktor penurunan kualitas hidup. Selain itu, dilakukan uji klinis teracak dengan membandingkan penggunaan aplikasi mobile health yang menyediakan pemantauan glukosa, pengingat pengobatan, dan modul edukasi interaktif versus standar perawatan konvensional, untuk menilai perbedaan tingkat kepatuhan dan perubahan skor kualitas hidup. Sebagai pendekatan kualitatif‑kuantitatif, peneliti dapat melakukan studi campuran yang menggali pengaruh dukungan keluarga serta keyakinan budaya terhadap perilaku self‑management pasien DM tipe 2, dengan wawancara mendalam dan survei skala dukungan sosial. Hasil dari ketiga studi ini diharapkan memberikan bukti empiris yang lebih komprehensif tentang faktor‑faktor yang dapat diintervensi, sehingga kebijakan kesehatan lokal dapat dirumuskan secara berbasis data untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes.

Read online
File size625.82 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test