URINDOURINDO

Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)

Balita merupakan kelompok umur yang paling beresiko terkena campak, karena rendahnya sistem kekebalan tubuh. Pada tahun 2017 suspek campak di Kecamatan Kramat Jati masih tinggi dengan 113 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian suspek campak pada balita. Penelitian menggunakan desain studi case control, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di kecamatan Kramat Jati, menggunakan 90 sampel terdiri dari 30 sampel kasus yaitu ibu dengan balita yang terdiagnosa suspek campak dan 60 sampel kontrol yaitu ibu dengan balita yang tidak menderita suspek campak. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan analisis data secara bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan (p=0,001, OR=5,06) dan sikap ibu (p=0,015, OR=3,43) dengan kejadian suspek campak. Perlu meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan terkait penyakit campak pada balita, dengan melibatkan posyandu dan kader-kader yang dilakukan setiap bulan pada kegiatan posyandu untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga mereka bisa mandiri dalam pencegahan dan penanggulangan jika balitanya sakit.

Kejadian suspek campak pada balita di kecamatan Kramat Jati tahun 2018-Maret 2019 terdapat 30 kasus yang ditemukan merata di setiap kelurahan.Mayoritas ibu pada kelompok kasus memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (66,7%), dan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian suspek campak pada balita.Oleh karena itu, perlu ditingkatkan upaya penyuluhan dan promosi kesehatan terkait penyakit campak pada balita, dengan melibatkan posyandu dan kader-kader yang dilakukan setiap bulan pada kegiatan posyandu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kejadian suspek campak pada balita, seperti faktor lingkungan dan sosial ekonomi keluarga. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai metode penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku ibu terkait pencegahan campak, misalnya dengan membandingkan penyuluhan tatap muka dengan penyuluhan melalui media sosial. Ketiga, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman ibu dalam menghadapi penyakit campak pada balita, termasuk kendala-kendala yang dihadapi dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengendalian dan eliminasi penyakit campak di Indonesia.

Read online
File size405.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test