JMHSAJMHSA
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungJournal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungDi Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi. Kekurangan energi dalam jangka waktu lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu (KEK). Wanita KEK hamil jika lingkar lengan atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm. Wanita hamil dan menderita KEK lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan sangat rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara KEK pada masa kehamilan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan KEK dan bayi baru lahir dengan BBLR yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Mangunsari pada bulan Mei 2024 sebanyak 64 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) pada masa kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun, multipara, dan memiliki kadar hemoglobin >11 gr/dL.Sebagian besar responden mengalami KEK dan bayinya lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).Terdapat hubungan signifikan antara KEK pada masa kehamilan dan kejadian BBLR.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap KEK pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Mangunsari, seperti pola makan, tingkat pendapatan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas intervensi gizi yang ditargetkan untuk ibu hamil dengan KEK, termasuk pemberian suplemen gizi dan edukasi tentang pola makan sehat. Ketiga, studi longitudinal diperlukan untuk menelusuri dampak jangka panjang dari BBLR terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta untuk mengevaluasi efektivitas program pencegahan dan penanganan BBLR dalam meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarganya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
| File size | 332.72 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Berat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahirBerat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir
UPN VeteranUPN Veteran Program Desa Ramah Wanita & Anak (KRPPA) merupakan inisiatif pemerintah yang diperkenalkan oleh Kementerian Perempuan serta Perlindungan Anak untuk memperkuatProgram Desa Ramah Wanita & Anak (KRPPA) merupakan inisiatif pemerintah yang diperkenalkan oleh Kementerian Perempuan serta Perlindungan Anak untuk memperkuat
Q2LIIQ2LII Hasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. FaktorHasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. Faktor
Q2LIIQ2LII Perubahan gaya hidup, termasuk pengendalian berat badan, olahraga, diet sehat, dan manajemen stres, berperan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. SelainPerubahan gaya hidup, termasuk pengendalian berat badan, olahraga, diet sehat, dan manajemen stres, berperan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. Selain
UPERTISUPERTIS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian BBLR di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada Januari–JuliPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian BBLR di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada Januari–Juli
Q2LIIQ2LII Intervensi spesifik seperti balanced energy protein supplementation menunjukkan penurunan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah secara signifikan.Intervensi spesifik seperti balanced energy protein supplementation menunjukkan penurunan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah secara signifikan.
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLRKomplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLR
UNDIPUNDIP Hasil: Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen (t=7,56, p=0,005),Hasil: Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen (t=7,56, p=0,005),
Useful /
JMHSAJMHSA The main outcomes included a favorable response to methotrexate therapy, evidenced by a decline in β-hCG levels and improvement of ultrasonographic findings.The main outcomes included a favorable response to methotrexate therapy, evidenced by a decline in β-hCG levels and improvement of ultrasonographic findings.
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penggunaan e-modul ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan literasi digital siswa, ditandai dengan hasil uji-tPenggunaan e-modul ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan literasi digital siswa, ditandai dengan hasil uji-t
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA 01/DJB. T/2023. Nilai total pencapaian kinerja KP adalah 0,79, menempatkan PT AMM site BIB pada kategori Tingkat Terencana (0,70 ≤ x < 0,80). Secara01/DJB. T/2023. Nilai total pencapaian kinerja KP adalah 0,79, menempatkan PT AMM site BIB pada kategori Tingkat Terencana (0,70 ≤ x < 0,80). Secara
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Sebagian besar pasien berada pada stadium terminal G5 (67,4%). Diabetes melitus ditemukan pada 17,8% pasien. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada pasienSebagian besar pasien berada pada stadium terminal G5 (67,4%). Diabetes melitus ditemukan pada 17,8% pasien. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada pasien