STAIMMGTSTAIMMGT

Jurnal ParadigmaJurnal Paradigma

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif masyarakat Desa Linggajaya, Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif masyarakat tergolong cukup tinggi dan lebih dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti promosi (70%) lingkungan sosial, dan tren (72%) dibandingkan kebutuhan rasional. Selain itu, faktor sosial dan psikologis juga berperan penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif masyarakat Desa Linggajaya sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti promosi, perkembangan teknologi, lingkungan sosial, dan gaya hidup, yang mendorong konsumsi di luar kebutuhan rasional.Dampak dari perilaku ini terlihat pada peningkatan pengeluaran dan perubahan pola penilaian sosial masyarakat.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola pola konsumsi agar lebih bijak dan mencegah perilaku konsumtif yang berlebihan.

Melihat hasil penelitian tentang perilaku konsumtif di Desa Linggajaya, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali lebih dalam. Pertama, penelitian ini membuka peluang untuk studi kualitatif mendalam guna memahami secara lebih rinci bagaimana persepsi dan pengalaman hidup individu di desa memengaruhi keputusan pembelian mereka. Misalnya, pertanyaan penelitian bisa berfokus pada: Bagaimana narasi personal tentang status sosial, kebahagiaan, atau identitas diri terbentuk dan tercermin dalam pola konsumsi masyarakat desa yang sangat dipengaruhi oleh promosi dan gaya hidup? Ini akan melengkapi data kuantitatif yang sudah ada dengan pemahaman kontekstual yang kaya, bahkan mungkin membandingkan temuan dengan desa lain yang memiliki karakteristik ekonomi atau geografis yang berbeda untuk melihat apakah ada pola universal atau spesifik. Kedua, mengingat pentingnya kesadaran dalam mengelola pola konsumsi, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi atau program edukasi. Misalnya, kita bisa mengajukan pertanyaan: Sejauh mana program literasi keuangan atau kampanye edukasi konsumen yang dirancang khusus untuk konteks pedesaan dapat secara signifikan mengurangi dorongan perilaku konsumtif yang didorong oleh faktor eksternal seperti media sosial dan tren? Studi ini dapat menguji berbagai pendekatan edukasi dan mengukur dampaknya terhadap perubahan perilaku jangka panjang. Ketiga, karena faktor sosial dan psikologis berperan krusial, penelitian bisa lebih mendalami mekanisme spesifiknya. Pertanyaan seperti: Apa saja dinamika kelompok atau pengaruh tokoh masyarakat lokal yang paling kuat dalam membentuk keinginan masyarakat desa untuk mengikuti tren atau membeli barang demi menjaga status sosial, dan bagaimana pengaruh ini berinteraksi dengan paparan terhadap media digital? Investigasi ini dapat mengungkap lapisan-lapisan pengaruh yang lebih kompleks dalam komunitas desa, yang mungkin berbeda dari lingkungan perkotaan, dan memberikan landasan bagi strategi yang lebih bertarget untuk mempromosikan konsumsi yang lebih bijak.

Read online
File size276.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test