UMRAHUMRAH

Bahtera InovasiBahtera Inovasi

Peran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak pelaksanaan fungsi preemtif dan preventif Polri di tingkat desa dan kelurahan. Belum optimalnya pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam hal keterbatasan jumlah personel, luasnya wilayah binaan, rendahnya dukungan sarana dan prasarana, serta belum maksimalnya koordinasi dengan perangkat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya-upaya mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan pembinaan masyarakat di wilayah hukum Polres Natuna guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan metode kajian teoretis konseptual yang diintegrasikan dengan metode angket atau wawancara kepada personel Bhabinkamtibmas di seluruh Polsek jajaran. Teknik pengumpulan data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner, penggunaan statistik deskripsif serta pemetaan EFAS-IFAS, sedangkan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan FGD, yang kemudian disatukan untuk tahap intepretasi lalu dianalisis dengan menggunakan teknik SFAS. Simpulan dari penelitian ini mencakup kondisi kesiapan SDM, kondisi ketersediaan anggaran, kondisi faktual sarana prasarana, dan kondisi faktual metode yang dijalankan.

Kondisi faktual menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia, anggaran, serta sarana dan prasarana Bhabinkamtibmas dalam pembinaan masyarakat di wilayah hukum Polres Natuna masih belum optimal.Peningkatan kapasitas personel perlu dilakukan melalui sistem pembinaan SDM termasuk pendidikan kejuruan, pengembangan spesialisasi, lembaga pelatihan kompetensi serta kerja sama dengan lembaga eksternal.Di sisi lain, keterbatasan anggaran menuntut penguatan kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga sosial agar kegiatan pembinaan dapat berjalan berkelanjutan melalui kemitraan dan pelatihan internal yang efisien.Selain itu, keterbatasan sarana prasarana perlu diatasi melalui pemeliharaan dan penyesuaian sarpras berbasis karakteristik wilayah kepulauan serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pelaporan, komunikasi, dan deteksi dini gangguan kamtibmas.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan digital untuk meningkatkan kompetensi Bhabinkamtibmas dalam penggunaan teknologi informasi untuk pengawasan dan pelaporan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang model kemitraan antara Polres Natuna dan lembaga swadaya masyarakat untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembinaan kamtibmas. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi pengelolaan anggaran berbasis kinerja yang mengintegrasikan sistem reward and punishment untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi penggunaan dana pembinaan.

  1. Editorial: The New Era of Mixed Methods - Abbas Tashakkori, John W. Creswell, 2007. editorial era mixed... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2345678906293042Editorial The New Era of Mixed Methods Abbas Tashakkori John W Creswell 2007 editorial era mixed journals sagepub doi 10 1177 2345678906293042
  2. A meta-analysis of the impact of community policing on crime reduction | Journal of Community Safety... journalcswb.ca/index.php/cswb/article/view/244A meta analysis of the impact of community policing on crime reduction Journal of Community Safety journalcswb ca index php cswb article view 244
  3. Implementasi strategis dan kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja perusahaan di perusahaan daerah jasa... jurnal.iicet.org/index.php/jppi/article/view/1984Implementasi strategis dan kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja perusahaan di perusahaan daerah jasa jurnal iicet index php jppi article view 1984
Read online
File size438.91 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test