UMRAHUMRAH

Bahtera InovasiBahtera Inovasi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sustainability business pada Cempedak Island, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, berdasarkan konsep Triple Bottom Line yang mencakup dimensi ekonomi (profit), sosial (people), dan lingkungan (planet). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cempedak Island menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan melalui kerangka 4C (Commerce, Community, Culture, dan Conservation) yang selaras dengan konsep Triple Bottom Line. Pada aspek ekonomi, perusahaan meningkatkan kesejahteraan karyawan, mengembangkan sumber daya manusia, serta memberdayakan pemasok lokal. Pada aspek sosial, perusahaan mendukung pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pelestarian budaya. Sementara itu, pada aspek lingkungan diterapkan program zero waste, ekonomi sirkular, konservasi keanekaragaman hayati, dan perlindungan ekosistem pesisir. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi kerangka 4C mampu menciptakan keseimbangan antara tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga dapat menjadi model penerapan bisnis berkelanjutan pada industri pariwisata, khususnya eco-resort di wilayah kepulauan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bisnis berkelanjutan di Cempedak Island berdasarkan kerangka Triple Bottom Line yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cempedak Island telah berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis melalui penerapan kerangka 4C yang terdiri atas Commerce, Community, Culture, dan Conservation.Keempat pilar tersebut mendukung tercapainya keseimbangan antara dimensi Profit, People, dan Planet, sehingga keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai program pendukung, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis inti perusahaan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan kerangka 4C pada eco-resort lain di wilayah kepulauan untuk membandingkan efektivitasnya dalam mencapai keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya terhadap kesejahteraan lokal. Terakhir, penelitian juga disarankan untuk mengeksplorasi peran kebijakan pemerintah dalam mendukung inisiatif keberlanjutan di sektor pariwisata, terutama dalam mengatasi tantangan lingkungan yang bersifat regional seperti pencemaran laut dan perubahan iklim.

  1. Implementasi Triple Bottom Line Untuk Pengembangan Ekowisata Sungai Berkelanjutan: Studi Kasus Lewu Rawan... doi.org/10.22373/jai.v11i2.9808Implementasi Triple Bottom Line Untuk Pengembangan Ekowisata Sungai Berkelanjutan Studi Kasus Lewu Rawan doi 10 22373 jai v11i2 9808
  2. System Dynamics Modeling of Sustainable Ecotourism: A Triple Bottom Line Scenario Analysis in Wonosantri,... journal.ipb.ac.id/jmagr/article/view/71332System Dynamics Modeling of Sustainable Ecotourism A Triple Bottom Line Scenario Analysis in Wonosantri journal ipb ac jmagr article view 71332
  3. Evaluasi Prinsip Keberlanjutan (Sustainability) Terhadap Operasional Mimpi Resort Menjangan Desa Pejakaran... jotis.untrimbali.ac.id/index.php/JOTIS/article/view/115Evaluasi Prinsip Keberlanjutan Sustainability Terhadap Operasional Mimpi Resort Menjangan Desa Pejakaran jotis untrimbali ac index php JOTIS article view 115
Read online
File size471.34 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test