KALBISKALBIS

KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan KomunikasiKALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan keberlanjutan yang dihadapi pesantren serta merumuskan strategi adaptif berbasis empati dan kewirausahaan sosial. Dengan pendekatan mixed methods, data dikumpulkan dari 210 responden yang terdiri dari santri, wali santri, guru, dan pengurus Yayasan Baitul Hikmah, Sukoharjo, Jawa Tengah, melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan peta empati dan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa beban biaya pendidikan, minimnya kegiatan ekstrakurikuler, kualitas layanan, dan kurikulum yang kurang responsif menjadi tantangan utama. Solusi strategis yang diusulkan mencakup pembentukan unit bisnis pesantren, diversifikasi aktivitas non-akademik, dan penguatan tata kelola berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip triple bottom line (people, planet, profit). Penelitian ini menyarankan perlunya model manajemen pesantren berkelanjutan yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.

Penelitian ini mengidentifikasi lima tantangan utama keberlanjutan pesantren, yaitu ketergantungan pada dana donasi, kurikulum yang belum adaptif, layanan non-akademik yang lemah, minimnya kegiatan ekstrakurikuler, dan keterbatasan infrastruktur.Strategi solusi yang diusulkan mengintegrasikan pendekatan empati dan kerangka triple bottom line (people, planet, profit) dengan penguatan kewirausahaan sosial untuk menciptakan sistem pesantren yang resilien secara ekonomi, relevan secara sosial, dan bertanggung jawab secara ekologis.Strategi ini menempatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang dinamis, mampu menyelaraskan nilai tradisi dengan inovasi kelembagaan secara berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif lintas pesantren di berbagai wilayah untuk melihat efektivitas adaptasi model triple bottom line dalam konteks geografis, sosial, dan ekonomi yang berbeda, sehingga dapat dirumuskan kerangka manajemen pesantren yang lebih inklusif dan generalisasi. Kedua, diperlukan studi mendalam tentang integrasi teknologi digital dalam tata kelola pesantren, termasuk pemanfaatan platform pembelajaran daring, sistem administrasi berbasis data, dan penguatan literasi digital bagi santri dan pengelola, agar pesantren mampu bersaing di era pendidikan modern. Ketiga, penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi kesiapan pesantren dalam mengadopsi konsep masyarakat 5.0, seperti otomatisasi, Internet of Things (IoT), dan artificial intelligence, dalam konteks pendidikan berbasis nilai keagamaan, untuk menguji keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian identitas spiritual pesantren. Ketiga arah penelitian ini dapat saling melengkapi guna membangun ekosistem pesantren yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga unggul secara pendidikan, adaptif terhadap perubahan, dan relevan dalam jangka panjang.

  1. HRMARS - A Conceptual Framework of ERM Practices among SMEs IN Malaysia. hrmars conceptual framework... hrmars.com/IJARBSS/article/view/5163/A-Conceptual-Framework-of-ERM-Practices-among-SMEs-IN-MalaysiaHRMARS A Conceptual Framework of ERM Practices among SMEs IN Malaysia hrmars conceptual framework hrmars IJARBSS article view 5163 A Conceptual Framework of ERM Practices among SMEs IN Malaysia
  2. HRMARS - A Conceptual Framework of ERM Practices among SMEs IN Malaysia. hrmars conceptual framework... doi.org/10.6007/IJARBSS/v8-i11/5163HRMARS A Conceptual Framework of ERM Practices among SMEs IN Malaysia hrmars conceptual framework doi 10 6007 IJARBSS v8 i11 5163
  1. #teknologi digital#teknologi digital
  2. #pasar global#pasar global
Read online
File size331.51 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ut
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test