SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

RSI Ibnu Sina Simpang Empat merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe C. Pada instalasi rawat jalan RSI Ibnu Sina Simpang Empat, jumlah kunjungan pasien penyakit jantung selama tahun 2019 adalah 14% dari semua kunjungan di Poliklinik, dimana 97% merupakan pasien BPJS. Penyakit jantung mengeluarkan biaya terbanyak dalam pengobatannya, yakni sebesar Rp 667.983.229 pada triwulan pertama awal tahun 2019 dan masih terdapat selisih minus sebesar -Rp 340.246.429 setelah klaim dibayarkan. Kondisi ini dapat menyebabkan kerugian yang dapat berdampak pada pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan total biaya yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Simpang Empat dibandingkan dengan penggantian klaim yang dibayarkan oleh BPJS pada Poliklinik Jantung dan menganalisis biaya pada poliklinik jantung yang dikeluarkan oleh rumah sakit kemudian Melakukan evaluasi terkait pengantian klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan dan kebijakan yang diambil terhadap hal tersebut.

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa diagnosis terbanyak pada Poliklinik jantung RSI Ibnu Sina Simpang Empat berdasarkan ICD 10 adalah Congestive Heart Failure Atherosclerotic heart disease, Atherosclerotic heart disease, dan Congestive Heart Failure.Dimana selisih biaya negatif yang sangat besar terjadi pada diagnosis Congestive Heart Failure dengan disertai Atherosclerotic heart disease (I.1) di tahun 2019 yakni -125%, diikuti diagnosis Atherosclerotic heart disease (I25.1) sebesar -17% dan Congestive Heart Failure (I50.Namun kebijakan manajemen dengan adanya kebijakan manajemen menyebabkan terjadi keuntungan di tahun 2020 pada diagnosis Congestive Heart Failure dengan disertai Atherosclerotic heart disease (I.0) secara berturut-turut sebesar 26%, 23%, dan 34 %.Proses pelayanan yang memberikan biaya terbesar berasal dari pembiayaan obat Kebijakan pelayanan pengajuan klaim BPJS di RSI Ibnu Sina Simpang Empat dapat menekan kerugian yang terjadi di Poliklinik Jantung tahun 2019 menjadi keuntungan di tahun 2020.Walaupun demikian masih sering terjadi keterlambatan pembayaran klaim dan berkas pending yang disebabkan oleh faktor manusia.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi selisih biaya antara biaya riil dan tarif INA-CBGs pada pelayanan rawat jalan di Poliklinik Jantung. Kedua, penelitian tentang strategi manajemen yang efektif dalam mengatasi selisih biaya negatif dan meningkatkan keuntungan rumah sakit. Ketiga, penelitian tentang dampak kebijakan manajemen terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien di Poliklinik Jantung.

Read online
File size392.6 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test