UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Taman Banjir Kanal Barat merupakan salah satu ruang terbuka publik yang dibangun pada area bantaran Sungai Banjir Kanal Barat yang dibangun pada 2009. Sebagai ruang terbuka publik aktif, taman ini merupakan salah satu sarana edukasi dan relaksasi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya dengan berbagai aktivitas yang berlangsung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan, berdasarkan jenis ruannya, karakteristik aktivitas pada Taman Banjir Kanal Barat Semarang diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, aktivitas pada badan air yang diklasifikasikan sebagai necessary activity. Kedua, aktivitas pada tepi air yang diklasifikasikan sebagai optional activity dan social activity. Keberadaan fasilitas taman, elemen keras (hard scape) serta elemen lunak (soft scape) menjadi satu faktor penentu dalam menunjang aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal Barat.

Aktivitas di Taman Banjir Kanal Barat Semarang diklasifikasikan menjadi dua berdasarkan jenis ruangnya.aktivitas penting pada badan air, serta aktivitas pilihan dan sosial pada tepi air.Keberadaan fasilitas taman, elemen keras, dan elemen lunak menjadi penentu penting dalam mendukung berbagai aktivitas pengunjung.Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas taman sebagai ruang publik yang menarik, penting untuk memenuhi kebutuhan pengguna seperti kenyamanan dan relaksasi, serta melakukan pemeliharaan berkala.

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi karakteristik aktivitas pengunjung di Taman Banjir Kanal Barat, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk pemahaman yang komprehensif. Sebagai saran penelitian lanjutan, pertama, perlu diselidiki secara mendalam bagaimana rancangan fasilitas taman yang lebih inklusif – yang secara spesifik mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak – dapat memengaruhi keragaman pola aktivitas serta tingkat kepuasan seluruh kelompok pengunjung. Studi ini dapat mengidentifikasi apakah peningkatan aksesibilitas dan inklusivitas mampu memicu munculnya jenis aktivitas baru atau memperkaya pengalaman yang sudah ada. Kedua, sangat menarik untuk menggali lebih jauh tentang dimensi psikologis dan emosional dari interaksi pengunjung dengan elemen desain taman. Ini berarti tidak hanya mengamati perilaku fisik, tetapi juga memahami persepsi subjektif, motivasi internal, serta dampak suasana taman terhadap kesejahteraan mental dan emosional pengunjung. Penelitian ini bisa menggunakan metode kualitatif mendalam seperti wawancara naratif atau diari pengalaman. Terakhir, mengingat posisi Taman Banjir Kanal Barat di tepi sungai, penelitian selanjutnya dapat menelaah hubungan timbal balik antara kualitas ekologis Sungai Banjir Kanal Barat – misalnya, tingkat kebersihan air, keberadaan flora dan fauna di bantaran sungai – dengan preferensi dan partisipasi pengunjung dalam aktivitas yang berorientasi pada badan air. Pertanyaan kuncinya adalah apakah perbaikan kualitas lingkungan sungai dapat meningkatkan daya tarik taman, mendorong aktivitas rekreasi air yang lebih bervariasi, atau bahkan memfasilitasi program edukasi lingkungan yang terintegrasi di masa depan. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan ruang publik yang lebih dinamis dan berkelanjutan.

Read online
File size447.09 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test