UIGMUIGM

Jurnal Pemerintahan dan PolitikJurnal Pemerintahan dan Politik

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SD Negeri 20 Palembang menggunakan pendekatan tata kelola kolaboratif berbasis model Triple Helix, yang menekankan interaksi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi Dinas Pendidikan Kota Palembang (pemerintah), pelaku sekolah (institusi akademik), dan orang tua (masyarakat). Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan PPDB telah dilaksanakan sesuai peraturan, efektivitasnya masih rendah. Sistem pendaftaran online gagal akibat keterbatasan literasi digital dan akses masyarakat. Dari perspektif Triple Helix, kolaborasi antar aktor masih bersifat administratif dan belum mencapai tingkat sinergis dan inovatif, sehingga menghasilkan capaian kebijakan yang kurang optimal. Implikasi Praktis: Pemerintah perlu memperkuat perannya sebagai fasilitator melalui sosialisasi intensif, pendampingan teknis, dan pelatihan literasi digital. Sekolah harus dioptimalkan sebagai pusat pendampingan bagi orang tua dalam menggunakan sistem PPDB daring. Fasilitas pendukung seperti akses internet perlu disediakan, dan kebijakan harus dibuat lebih fleksibel serta adaptif terhadap kondisi sosial lokal agar digitalisasi tidak memperlebar kesenjangan akses. Kontribusi: Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan collaborative governance dan model Triple Helix dalam konteks implementasi kebijakan pendidikan digital di tingkat lokal. Berbeda dengan kajian sebelumnya yang berfokus pada aspek teknis, penelitian ini mengungkap kegagalan struktural kebijakan melalui konsep institutional asymmetry dan pseudo-collaboration. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan membutuhkan kesiapan teknologi sekaligus kesiapan sosial dan kapasitas kolaboratif yang setara antar pemangku kepentingan.

Implementasi kebijakan PPDB berbasis daring di SD Negeri 20 Palembang belum optimal karena ketidakseimbangan peran antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.Keterbatasan literasi digital dan akses teknologi menyebabkan kolaborasi yang terbentuk bersifat administratif, tidak mencapai tingkat sinergis.Kesenjangan antara desain kebijakan dan realitas implementasi menunjukkan kegagalan struktural dalam integrasi Triple Helix.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program pelatihan literasi digital terhadap partisipasi masyarakat dalam sistem PPDB daring. 2. Analisis peran organisasi masyarakat dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua. 3. Evaluasi model penerimaan peserta didik hybrid (online/offline) untuk mengurangi kesenjangan akses dan meningkatkan inklusivitas kebijakan pendidikan digital.

  1. Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading seeing set anubis protect server against... journals.openedition.org/irpp/5249Making sure youre not a bot making sure re bot loading seeing set anubis protect server against journals openedition irpp 5249
  2. Pengembangan Strategi Promosi Program Studi Melalui Pendekatan Kolaboratif Berbasis Model Triple Helix... ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/4375Pengembangan Strategi Promosi Program Studi Melalui Pendekatan Kolaboratif Berbasis Model Triple Helix ejournal nusantaraglobal ac index php sentri article view 4375
Read online
File size342.2 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test