UIGMUIGM

Jurnal Pemerintahan dan PolitikJurnal Pemerintahan dan Politik

Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital, perilaku daring, dan Indeks Potensi Radikalisme (RPI), serta mengidentifikasi tingkat kerentanan radikalisme di kalangan generasi digital di Sumatera Selatan. Desain / Metodologi : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 400 responden lintas generasi (Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers). Variabel yang diukur meliputi literasi digital, perilaku daring, RPI (ideologi, sikap, tindakan), serta pola penggunaan internet dan platform digital. Temuan Penelitian : RPI meningkat dari 9,3 (2023) menjadi 9,6 (2024), dengan dimensi sikap paling dominan (18,0) dan tindakan tetap rendah (0,8). Mayoritas responden menggunakan internet lebih dari tiga jam per hari, dengan WhatsApp, Facebook, TikTok, dan Instagram sebagai platform utama. Literasi digital rendah berkorelasi dengan meningkatnya kerentanan terhadap konten radikal.

Propaganda radikal di era digital mengancam stabilitas masyarakat, terutama melalui platform media sosial.Indikator radikalisme di Sumatera Selatan meningkat dalam segi pemahaman dan sikap.Konsumsi digital tinggi di kalangan Gen Z memerlukan tindakan preventif seperti integrasi literasi digital berbasis Pancasila, kampanye narasi tandingan, dan kolaborasi multi-pihak untuk membangun ekosistem digital yang tangguh.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbedaan perilaku digital antar generasi untuk merancang strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Peneliti juga bisa mengeksplorasi peran AI dalam mendeteksi konten radikal secara real-time di platform media sosial. Selain itu, studi tentang pengaruh budaya lokal terhadap kerentanan radikalisme di daerah seperti Sumatera Selatan dapat memberikan wawasan kontekstual yang lebih dalam untuk kebijakan nasional.

Read online
File size295.33 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test