UIGMUIGM

Jurnal Pemerintahan dan PolitikJurnal Pemerintahan dan Politik

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi filosofis kesederhanaan kepemimpinan dalam ruang digital melalui perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi. Data dikumpulkan dari 518 komentar publik pada unggahan Instagram akun @arsip.peristiwa yang menampilkan figur kepemimpinan sederhana, dilengkapi dengan data interaksi berupa likes dan shares. Teknik sampling purposif digunakan untuk memastikan relevansi data. Analisis dilakukan melalui thematic analysis yang dipadukan dengan interpretasi filosofis. Validitas data dijaga melalui triangulasi, audit trail, dan refleksi kritis. Temuan: Kesederhanaan kepemimpinan dikonstruksi secara multidimensional. Secara ontologis, kesederhanaan dipahami sebagai esensi autentik kepemimpinan. Secara epistemologis, pengetahuan tentang kesederhanaan dibentuk melalui memori kolektif, narasi digital, dan perbandingan sosial. Secara aksiologis, kesederhanaan berfungsi sebagai nilai moral utama, alat kritik sosial, sekaligus proyeksi harapan masa depan. Practical Implication: Bagi pemimpin dan praktisi, kesederhanaan perlu dikelola tidak hanya sebagai nilai internal tetapi juga sebagai representasi publik yang konsisten di ruang digital. Originalitas/Nilai: Studi ini memperkenalkan konsep Digital Moral Ontology of Leadership Simplicity sebagai kontribusi teoretis baru yang memperluas pemahaman tentang kepemimpinan dalam era digital, sekaligus membuka pendekatan metodologis baru melalui kombinasi netnografi dan analisis filosofis. Keywords: Kesederhanaan Kepemimpinan; Netnografi Digital; Filsafat Moral; Persepsi Publik; Media Sosial.

Temuan utama menunjukkan munculnya model konseptual baru, Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan.Model ini menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan lagi dianggap sebagai aksesi pasif, tetapi strategi aktif untuk mengelola kompleksitas digital.Studi ini berkontribusi dalam menghubungkan tradisi dan modernitas dalam studi pendidikan Islam.

Mempelajari bagaimana perbedaan algoritma di platform media sosial memengaruhi pembentukan moralitas digital. Melakukan studi lintas budaya untuk menguji sejauh mana model Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan dapat diterapkan dalam konteks yang lebih beragam. Mengembangkan pendekatan kuantitatif, seperti model persamaan struktural, untuk menguji hubungan antara nilai kesederhanaan dan keabsahan moral pemimpin secara empiris.

  1. Literasi Digital sebagai Upaya Membangun Karakter Masyarakat Digital | Jurnal Pemerintahan dan Politik.... ejournal.uigm.ac.id/index.php/PDP/article/view/3236Literasi Digital sebagai Upaya Membangun Karakter Masyarakat Digital Jurnal Pemerintahan dan Politik ejournal uigm ac index php PDP article view 3236
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s12304-025-09607-zClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s12304 025 09607 z
Read online
File size379.54 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test