IAILMIAILM

MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahMADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Fenomena penurunan moral baru-baru ini telah menjadi perhatian bagi beberapa orang kita. Ini ditandai oleh banyak perilaku tak bermoral yang dilaporkan secara luas oleh televisi nasional. Pendidikan adalah salah satu alat dalam menanamkan moral pada anak-anak. Kedua pendidikan di lingkungan keluarga dan pendidikan formal di sekolah. Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) adalah salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk mendorong semangat siswa. Namun dalam prakteknya sering belajar PKN hanya mengajarkan pengetahuan saja tanpa lebih menekankan pada aspek sikap dan keterampilan. Pengetahuan itu penting karena pengetahuan akan menjadi dasar untuk bertindak. Tetapi itu tidak cukup untuk menanamkan moral pada siswa. Penguatan diperlukan terutama dalam aspek sikap dan tentu saja harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari‑hari sehingga moral tidak cukup hanya untuk pengetahuan materi tetapi juga kebiasaan berperilaku dalam kehidupan.

Upaya pengembangan dimensi moral dalam Pendidikan Kewarganegaraan memerlukan penyiapan calon guru yang memiliki visi dan wawasan moral.Penilaian dan pembelajaran masih terbatas pada kompetensi kognitif siswa, sehingga perlu diperluas ke aspek afektif dan konatif.Perkembangan pendidikan moral menuntut evaluasi berbasis praktik yang dapat mengukur perilaku moral nyata siswa.

1. Melakukan studi eksperimental untuk menilai efektivitas metode pemb공수어 learning berbasis proyek dalam meningkatkan sikap moral siswa PKN. 2. Mengkaji kesiapan guru melalui survei kualitas pendidik dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan integrasi nilai moral di silabus PKN. 3. Mensurvei perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku moral siswa secara longitudinal selama dua tahun, serta memetakan faktor fasilitator dan hambatan. 4. Membangun instrumen penilaian non‑teks seperti observasi, portofolio, dan refleksi diri guna menilai praktik moral dalam kehidupan sehari‑hari. 5. Menyelidiki dampak interaksi keluarga‑sekola pada pengembangan moral siswa melalui pendekatan mixed‑methods. 6. Membandingkan hasil pencapaian moral antara kelompok yang mengikuti program penguatan moral berbasis teknologi digital dan yang tidak. 7. Mengintegrasikan modul moral interkultural dalam PKN untuk menumbuhkan toleransi dan empati di kalangan generasi muda. 8. Menilai pengaruh partisipasi siswa dalam kegiatan sosial berbasis moral terhadap kesadaran kewarganegaraan.

Read online
File size634.53 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test