UNISSULAUNISSULA
Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan AgungPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII dengan gaya kognitif field independent dan field dependent pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah bagi siswa dalam pembelajaran matematika dan adanya dugaan bahwa kemampuan pemecahan masalah dipengaruhi oleh gaya kognitif yang dimiliki siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan 20 siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan tes GEFT, lembar tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan wawancara subjek terpilih. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara gaya kognitif FI dan FD. Subjek FI berada dalam kategori baik pada tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana penyelesaian, sedangkan pada tahap memeriksa kembali berkategori cukup. Subjek FD memiliki kategori baik dalam tahap memahami masalah, sedangkan dalam merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali berada dalam kategori cukup.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif field independent dalam kategori baik pada tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana penyelesaian.Sedangkan dalam tahap memeriksa kembali ia dalam kategori cukup.Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent dalam kategori baik pada tahap memahami masalah.Sedangkan pada tahap merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali ia dalam kategori cukup.Perbedaan pada kedua kategori subjek adalah subjek FD tidak menunjukkan alur berpikir runtut, ada langkah yang tidak tepat, dan ada beberapa langkah tanpa argumen yang tepat dalam menyelesaikan sehingga memperoleh hasil yang kurang tepat.Sedangkan subjek FI menunjukkan alur yang runtut, jelas, dan rinci, berkebalikan dengan subjek FD.
Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran differensiasi yang mempertimbangkan kemampuan dan gaya kognitif siswa dalam menyelesaikan masalah. Guru dapat mengembangkan banyak soal non-rutin sebagai bekal siswa dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematiknya. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami preferensi komunikasi siswa dengan gaya kognitif field dependent, apakah mereka lebih nyaman menyampaikan ide melalui wawancara atau tulisan.
| File size | 340.3 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
MAHADEWAMAHADEWA Akuntabilitas dan korelasinya dengan nilai UTS mahasiswa jurusan pendidikan biologi dalam penerapan metode kooperatif tipe Group Investigation dalam mataAkuntabilitas dan korelasinya dengan nilai UTS mahasiswa jurusan pendidikan biologi dalam penerapan metode kooperatif tipe Group Investigation dalam mata
UPSUPS Secara keseluruhan, tren pengembangan e-modul interaktif IPA menunjukkan kemajuan dan inovasi yang signifikan dalam menjawab tuntutan pembelajaran abadSecara keseluruhan, tren pengembangan e-modul interaktif IPA menunjukkan kemajuan dan inovasi yang signifikan dalam menjawab tuntutan pembelajaran abad
UNESAUNESA Bencana alam hidrometeorologi yang sering melanda Sidoarjo iala banjir dan angin puting beliung. Bencana alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempatBencana alam hidrometeorologi yang sering melanda Sidoarjo iala banjir dan angin puting beliung. Bencana alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempat
UNESAUNESA Kategori peningkatan keterampilan berpikir peserta didik berada dalam kategori sedang dengan peningkatan sebesar 55,20%. Model TPS memberikan dampak positifKategori peningkatan keterampilan berpikir peserta didik berada dalam kategori sedang dengan peningkatan sebesar 55,20%. Model TPS memberikan dampak positif
UNESAUNESA Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan potensi lingkungan, khususnya potensi geohistoris Gresik, sangat penting dalam kegiatan pembelajaran IPS.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan potensi lingkungan, khususnya potensi geohistoris Gresik, sangat penting dalam kegiatan pembelajaran IPS.
MAHADEWAMAHADEWA Hal ini disebabkan karena media belajar berupa kartu bantu dengan ringkasan materi dapat menumbuhkan jiwa mandiri siswa untuk menemukan konsep sebelumHal ini disebabkan karena media belajar berupa kartu bantu dengan ringkasan materi dapat menumbuhkan jiwa mandiri siswa untuk menemukan konsep sebelum
MAHADEWAMAHADEWA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga Desa Banjar Biaung Kesiman Kertalangu dengan jumlah 1010 orang, dan sampel yang digunakan sebanyak 50Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga Desa Banjar Biaung Kesiman Kertalangu dengan jumlah 1010 orang, dan sampel yang digunakan sebanyak 50
MAHADEWAMAHADEWA Data pencapaian kalkulus dikumpulkan menggunakan tes pencapaian kalkulus. Data kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkanData pencapaian kalkulus dikumpulkan menggunakan tes pencapaian kalkulus. Data kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan
Useful /
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Temuan awal menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara rendahnya literasi digital khususnya keterampilan evaluasi kritis—dengan kecenderungan menyebarkanTemuan awal menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara rendahnya literasi digital khususnya keterampilan evaluasi kritis—dengan kecenderungan menyebarkan
UPSUPS Model ini terbukti efektif dalam mendorong siswa untuk mengeksplorasi ide secara mandiri melalui metode brainwriting serta memperkuat kerja sama dalamModel ini terbukti efektif dalam mendorong siswa untuk mengeksplorasi ide secara mandiri melalui metode brainwriting serta memperkuat kerja sama dalam
UNESAUNESA Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensinya besar, optimalisasi TPA Benowo sebagai sumber belajar tetap memerlukan perencanaan yang matang dan kolaborasiHal ini menunjukkan bahwa meskipun potensinya besar, optimalisasi TPA Benowo sebagai sumber belajar tetap memerlukan perencanaan yang matang dan kolaborasi
UNESAUNESA Nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen sebesar 86,25, lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 81,50. Selain itu, hasil N-Gain menunjukkanNilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen sebesar 86,25, lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 81,50. Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan