UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Kajian desain interior berkelanjutan cenderung berfokus pada performa ekologis material dan sistem, sementara studi mengenai Third Place lebih banyak menekankan kualitas interaksi sosial pengguna ruang. Keterpisahan kedua pendekatan tersebut menunjukkan masih terbatasnya kerangka evaluatif yang mampu membaca relasi ekologis dan sosial secara simultan dalam desain interior kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara prinsip Sustainable Interior Design dan karakter Third Place dalam desain interior kafe melalui pendekatan evaluatif berbasis kerangka integratif. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi theory-driven evaluative case study pada desain interior Kafe Loka Rasa sebagai kasus tunggal. Data penelitian berupa dokumen desain yang meliputi narasi konseptual, konfigurasi ruang, visualisasi tiga dimensi, serta detail teknis dan material, yang dianalisis menggunakan matriks evaluatif berbasis indikator keberlanjutan dan karakter ruang sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan ekologis dan karakter Third Place tidak hadir secara terpisah, melainkan saling beririsan dalam membentuk kualitas ruang interior. Strategi seperti penggunaan material daur ulang, sistem konstruksi modular, serta optimalisasi ventilasi dan pencahayaan alami tidak hanya meningkatkan performa ekologis, tetapi juga memperkuat karakter ruang yang inklusif, egaliter, dan mendukung interaksi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka evaluatif integratif yang menghubungkan dimensi ekologis dan sosial dalam satu model analisis berbasis indikator. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi sosial dalam ruang publik informal dapat muncul sebagai konsekuensi langsung dari strategi desain berkelanjutan. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan pendekatan desain interior yang lebih holistik, meskipun terbatas pada studi konseptual dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui observasi pengguna.

Penelitian ini menunjukkan bahwa desain interior Kafe Loka Rasa merepresentasikan integrasi antara prinsip Sustainable Interior Design dan karakter Third Place dalam satu konfigurasi spasial yang koheren.Integrasi tersebut tidak hanya terlihat pada penerapan material daur ulang, sistem konstruksi modular, dan strategi lingkungan pasif, tetapi juga pada pembentukan kualitas ruang yang mendukung interaksi sosial yang inklusif dan egaliter.Temuan penelitian menegaskan bahwa dimensi ekologis dan sosial dalam desain interior tidak bersifat terpisah, melainkan saling beririsan dan membentuk hubungan operasional.Strategi keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan teknis, tetapi berperan sebagai mekanisme pembentuk karakter ruang sosial.Sebaliknya, kebutuhan akan ruang yang inklusif mendorong penerapan sistem desain yang adaptif, efisien, dan mudah dirawat.Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka evaluatif integratif berbasis indikator yang menghubungkan prinsip keberlanjutan interior dan karakter Third Place dalam satu model analisis.Pendekatan ini memungkinkan pembacaan desain interior secara multidimensional, serta menunjukkan bahwa kualitas interaksi sosial dapat muncul sebagai konsekuensi langsung dari strategi desain berkelanjutan.Secara implikatif, penelitian ini membuka perspektif bahwa desain interior kafe sebagai ruang publik informal dapat dirancang tidak hanya untuk memenuhi aspek estetika dan fungsi, tetapi juga sebagai sistem yang secara simultan mengintegrasikan performa ekologis dan kualitas sosial.Namun demikian, penelitian ini terbatas pada evaluasi desain konseptual, sehingga diperlukan studi lanjutan berbasis observasi pengguna untuk menguji validitas model ini dalam kondisi nyata.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak nyata dari strategi desain berkelanjutan dalam kafe melalui survei pengguna untuk mengukur tingkat kepuasan dan interaksi sosial. Selain itu, studi tentang adaptasi konsep Third Place di berbagai konteks budaya lokal dapat memberikan wawasan baru tentang keberagaman pengalaman ruang publik. Terakhir, penelitian eksploratif tentang keberlanjutan jangka panjang dari sistem konstruksi modular dalam desain interior kafe dapat mengungkap tantangan dan solusi praktis untuk pemeliharaan dan pengembangan ruang.

  1. Solusi Desain Meja Tamu Lipat Bagi Hunian Minimalis Dengan Keterbatasan Ruang | Besaung : Jurnal Seni... doi.org/10.36982/jsdb.v10i2.5304Solusi Desain Meja Tamu Lipat Bagi Hunian Minimalis Dengan Keterbatasan Ruang Besaung Jurnal Seni doi 10 36982 jsdb v10i2 5304
Read online
File size1.54 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test