ISI DPSISI DPS

Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan TerbangunJurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun

Keberadaan arsitektur tradisional Lampung dapat dikatakan sebagai warisan leluhur budaya yang sulit ditemukan lagi di lingkungan masyarakat Lampung. Sejak adanya kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda mengenai larangan penebangan pohon secara liar, masyarakat mulai kesulitan membangun rumah tradisional yang strukturnya menggunakan material kayu. Karena kebijakan ini, banyak rumah tradisional masyarakat yang mulai mengenal penggunaan bahan seperti tembaga pada ornamen untuk jendela, semen untuk tangga, dan ornamen pada pagar dari besi campur tembaga yang dicor, sehingga pembangunan rumah tradisional masyarakat lampung tidak lagi mengikuti arsitektur bangunan terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam ilmu arsitektur tradisional dari segi karakteristik dan bentuk struktur pada bangunan Rumah Tradisional Lamban Pesagi yang berada di Provinsi Lampung. Sumber data penelitian diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi yang dilakukan secara langsung terhadap objek penelitian serta melalui studi pustaka. Setelah penelitian, dapat disimpulkan bahwa Rumah Tradisional Lamban Pesagi merupakan rumah adat masyarakat lampung yang menjadi ciri khas perwujudan fisik dari masyarakat adat Buay Penong dimana terlihat jelas stratifikasi masyarakat secara sosial.

Rumah Tradisional Lamban Pesagi merupakan rumah adat masyarakat lampung yang menjadi ciri khas perwujudan fisik dari masyarakat adat Buay Penong dimana terlihat jelas stratifikasi masyarakat secara sosial.Memiliki karakter bangun yang terbagi menjadi tiga yaitu atas (solid), tengah (solid), dan bawah (transparan).Bagian atas bangunan terdiri dari atap, ornamen Culu Langi dan Panggakh.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh kebijakan kolonial Belanda terhadap perubahan material dan desain rumah tradisional Lampung, dengan fokus pada bagaimana adaptasi masyarakat terhadap ketersediaan material alternatif. Kedua, penelitian dapat mengkaji bagaimana prinsip-prinsip desain berkelanjutan dalam arsitektur Lamban Pesagi dapat diimplementasikan dalam desain rumah modern di Lampung, dengan mempertimbangkan iklim mikro dan ketersediaan sumber daya lokal. Ketiga, penting untuk mendokumentasikan secara komprehensif pengetahuan lokal terkait teknik konstruksi dan ornamen Lamban Pesagi, melibatkan langsung para ahli waris dan tukang tradisional untuk memastikan pelestarian pengetahuan ini bagi generasi mendatang. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih mendalam tentang arsitektur tradisional Lampung dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembangunan berkelanjutan di masa depan, sehingga warisan budaya ini tidak hanya dilestarikan tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Read online
File size464.17 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test