UMSUUMSU

IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKATIHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Papua memiliki keragaman budaya dan agama yang tinggi sehingga membutuhkan ruang perjumpaan lintas iman yang autentik, kontekstual, dan menyentuh secara emosional. Melalui program Kampung Moderasi Beragama, STAKPN Sentani menginisiasi Kunjungan Lintas Iman di Pura Agung Giri Cyclop untuk menggali nilai-nilai moderasi beragama dari perspektif Hindu Bali dengan pendekatan seni budaya. Kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh agama Hindu, dialog interaktif lintas iman, serta penyusunan laporan reflektif dan artikel ilmiah. Salah satu hasil penting adalah terciptanya karya seni kolaboratif berupa Pupuh Durma berjudul Turunnya Sang Juru Selamat, yang dibawakan oleh penyanyi Hindu dan diterjemahkan secara lisan oleh peserta Kristen Protestan. Karya ini mengisahkan kelahiran Yesus Kristus dalam perspektif spiritual universal melalui seni vokal tradisional Bali. Kolaborasi ini membuka ruang ekspresi spiritual bersama yang melampaui batas agama, budaya, dan wilayah. Nilai-nilai seperti Tat Twam Asi, Vasudhaiva Kutumbakam, serta cinta sebagai inti ajaran agama disampaikan secara puitis dan reflektif. Program ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan tidak hanya melalui wacana normatif, tetapi juga melalui praktik seni inklusif yang sederhana dan dapat direplikasi di berbagai konteks multikultural.

Kegiatan Anjangsana Lintas Agama yang diselenggarakan oleh STAKPN Sentani di Pura Agung Giri Cyclop merupakan wujud nyata dari moderasi beragama yang tidak hanya hadir sebagai diskursus normatif, tetapi juga sebagai pengalaman estetis dan spiritual yang membumi.Melalui seni dan budaya, khususnya tradisi Hindu Bali seperti Dharma Gita, Kakawin, dan simbol-simbol spiritual Hindu yang dipertemukan dengan konteks Papua, dialog lintas iman ini menciptakan ruang perjumpaan yang otentik dan menyentuh rasa.Nilai-nilai utama dalam ajaran Hindu seperti Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, dan Vasudhaiva Kutumbakam ternyata memiliki resonansi kuat dengan cara hidup masyarakat Papua yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.Ini menjadi titik temu yang menunjukkan bahwa kebhinekaan dapat dirajut melalui kesadaran bersama akan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model seni kolaboratif lintas iman dengan pendekatan lain, seperti musik modern atau tari tradisional, untuk mengeksplorasi efektivitasnya dalam membangun toleransi. Selain itu, studi tentang dampak jangka panjang dari program moderasi beragama berbasis seni pada masyarakat lokal bisa dilakukan untuk mengukur perubahan sikap dan perilaku. Terakhir, penelitian dapat mengkaji potensi integrasi nilai-nilai agama lain, seperti Islam atau Kristen, dalam kerangka moderasi beragama yang berbasis budaya lokal Papua, sehingga memperkaya keragaman pendekatan yang ada.

Read online
File size554.09 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test