PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam tradisi siat sambuk di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, serta kontribusinya terhadap pelestarian budaya dan pengembangan karakter spiritual masyarakat. Tradisi siat sambuk, yang digelar setiap Hari Pengerupukan menjelang Nyepi, melibatkan pemuda-pemudi dalam perang simbolik menggunakan sabut kelapa yang dibakar, bertujuan menetralisir energi negatif dan menjaga harmoni sekala-niskala. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi ini kaya akan nilai Tattwa (filsafat kebenaran dan keyakinan kepada Tuhan), Susila (etika dan pengendalian emosi seperti amarah), serta Upacara (ritual penyucian melalui bebantenan dan prosesi seperti Melasti dan Tawur Agung Kesanga). Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga media pendidikan efektif yang memperkuat identitas Hindu Bali, melatih disiplin, penghormatan kepada leluhur, dan kebersamaan sosial. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian akademik sebelumnya dengan fokus spesifik pada nilai pendidikan agama Hindu dalam tradisi siat sambuk, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal melalui keterlibatan generasi muda. Dengan demikian, tradisi ini berkontribusi pada pembentukan karakter, moralitas, dan spiritualitas, serta mempertahankan keberlanjutan identitas budaya Bali dalam konteks kehidupan modern.

Tradisi siat sambuk di Banjar Pohgending merupakan warisan budaya Hindu Bali yang kaya akan nilai-nilai pendidikan agama Hindu, meliputi aspek tattwa, susila, dan upacara.Tradisi ini, yang dilaksanakan setiap Hari Pengerupukan, melibatkan perang simbolik untuk menolak bala dan memperkuat harmoni sosial.Penelitian ini menegaskan bahwa siat sambuk memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran agama Hindu yang kontekstual, sekaligus berperan penting dalam melestarikan identitas budaya dan membentuk karakter generasi muda.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam bagaimana tradisi siat sambuk dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan agama Hindu di sekolah-sekolah di Bali, guna memperkuat pemahaman siswa tentang nilai-nilai lokal dan spiritual. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan tradisi serupa di daerah lain di Indonesia atau bahkan di negara-negara lain yang memiliki pengaruh budaya Hindu, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam nilai-nilai dan praktik yang terkandung. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada peran tradisi siat sambuk dalam membangun identitas kolektif dan memperkuat rasa kebersamaan di antara masyarakat Banjar Pohgending, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi model untuk mempromosikan toleransi dan harmoni antarumat beragama.

Read online
File size359.02 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test