PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Sehat merupakan dambaan bagi setiap orang yang hidup di muka bumi ini. Namun, dalam perjalanan hidup manusia mengalami sakit, seperti nyeri pinggang yang dialami oleh orang berumur 50 tahun ke atas. Dalam mengatasi hal itu terapis menggunakan dua metode yaitu fisioterapi dan latihan yoga. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang , tata cara dan implikasinya. Untuk mencapai tujuan itu menggunakan data kualitatif dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, studi pustaka dan teori kesehatan serta fungsionalisme struktural. Berdasarkan metode dan teori tersebut diperoleh hasil, 1) Fisioterapi dan yoga mampu lebih cepat mengatasi nyeri pinggang karena saling melengkapi dan mempunyai fungsi melancarkan peredaran darah, mengatasi nyeri, merilekkan, meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas otot, mengelola emosi serta bertumbuhnya asam laktat. 2) Tata cara fisioterapi yaitu, mulai dengan bertanya kepada pasien mengenai keluhan yang dirasakan, setelah itu ditangani dengan modalitas sesuai dengan keluhan seperti infrared, ultrasound dan tens serta tata cara yoga berupa asana seperti cobra/bhujanggasana, cat/marjariasana, flapping fish/matsya kridaysana dan bridge/ setubandha. 3) Berdasarkan data pasien 30 orang dengan jumlah laki-laki 16 dan perempuan 14 orang, terdapat dua jenis perawatan yaitu terapi fisioterapi dan latihan fisik berupa asana. Hasil perawatan menunjukkan dua pola, yaitu (1) Pasien yang menjalani 3 kali terapi dan 2 kali latihan fisik cenderung sembuh, (2) Pasien yang menjalani 8 kali terapi dan 1 kali latihan fisik mengalami penurunan nyeri, tetapi belum sembuh sepenuhnya. Implikasi dari terapi tersebut adalah pasien merasa senang, rileks, hangat, dan bersyukur sehingga hormon endhorfin meningkat.

Fisioterapi dan yoga efektif dalam mengatasi nyeri pinggang karena saling melengkapi, meningkatkan sirkulasi darah, meredakan nyeri, merelaksasi otot, meningkatkan fleksibilitas, mengelola emosi, dan meningkatkan produksi asam laktat.Prosedur terapi melibatkan wawancara pasien, penggunaan modalitas seperti infrared, ultrasound, dan tens, serta latihan yoga berupa asana seperti cobra pose, cat pose, flapping fish pose, dan bridge pose.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 3 sesi terapi fisioterapi dan 2 sesi latihan fisik cenderung menghasilkan kesembuhan, sementara 8 sesi terapi dan 1 sesi latihan fisik hanya mengurangi nyeri tanpa kesembuhan total.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas jangka panjang dari kombinasi fisioterapi dan yoga pada pasien dengan nyeri pinggang kronis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan nyeri. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis yoga dan teknik fisioterapi yang berbeda dalam mengatasi nyeri pinggang kronis, guna mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pasien dalam menjalani terapi kombinasi ini, termasuk persepsi mereka tentang manfaat, tantangan, dan faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan terhadap program terapi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.

Read online
File size242.31 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test