UnwahasUnwahas

Jurnal MediagroJurnal Mediagro

Konsumsi masyarakat terhadap produk hortikultura berkualitas seperti melon hidroponik menunjukkan tren peningkatan seiring meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, meskipun tingkat konsumsi buah di Indonesia masih tergolong rendah. Komoditas ini memerlukan sistem rantai pasok yang efisien untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan kinerja rantai pasok melon hidroponik serta mengevaluasi efisiensi pemasarannya di PT Indigen Karya Unggul, Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 16 responden yang terdiri dari pemasok, produsen, petani mitra, pedagang buah, dan konsumen. Penelitian ini mengisi kesenjangan riset terkait minimnya studi mendalam pada rantai pasok hortikultura berkualitas seperti melon hidroponik di tingkat perusahaan lokal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi analisis SCOR dengan evaluasi efisiensi pemasaran melalui farmers share dan margin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok berdasarkan atribut reliability, responsiveness, dan flexibility berada pada kategori superior, sementara atribut cost masih tinggi yaitu sebesar 61,65% terhadap pendapatan. Efisiensi rantai pasok ditunjukkan oleh farmers share sebesar 100% pada saluran 1 dan 56% pada saluran 2, serta marjin pemasaran Rp0 pada saluran 1 dan Rp22.000 pada saluran 2, dimana saluran 1 terbukti lebih efisien. Secara garis besar perusahaan masih tergolong unggul dalam hal keandalan dan kecepatan distribusi, namun masih perlu perbaikan pada efisiensi biaya dan pengelolaan aset.

Kinerja rantai pasok produk melon hidroponik di PT Indigen Karya Unggul berada pada kategori superior dan advantage berdasarkan pendekatan SCOR.Atribut seperti reliability, responsiveness, dan assets menunjukkan hasil yang sangat baik, meskipun masih terdapat kelemahan pada aspek flexibility dan cost yang perlu ditingkatkan.Manajemen rantai pasok telah berjalan cukup efektif dengan pola aliran produk, informasi, dan keuangan yang jelas dari hulu ke hilir.Tahap distribusi masih ditemukan kendala dalam memperluas jangkauan pasar.Berdasarkan analisis efisiensi, nilai farmers share pada saluran 1 mencapai 100%, artinya seluruh harga yang dibayar konsumen diterima produsen.Pada saluran 2, nilai farmers share sebesar 56% dengan marjin pemasaran Rp22.000/kg, menunjukkan adanya selisih harga yang besar antara konsumen akhir dan produsen.Saluran 1 lebih efisien dibandingkan saluran 2 karena memberikan proporsi penerimaan yang lebih besar kepada produsen dan tidak menambah beban harga pada konsumen akhir.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pengurangan biaya operasional rantai pasok dengan memanfaatkan teknologi digital untuk optimasi distribusi. Selain itu, penelitian perlu mengkaji pengaruh variasi metode budidaya hidroponik terhadap fleksibilitas produksi dan kualitas melon. Terakhir, analisis peran kemitraan dengan petani mitra dalam menjaga stabilitas pasokan dan peningkatan efisiensi pemasaran melalui saluran langsung dan tidak langsung dapat menjadi arah studi baru yang relevan.

Read online
File size488.58 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test