AFEBIAFEBI

AFEBI Islamic Finance and Economic ReviewAFEBI Islamic Finance and Economic Review

Penelitian ini mengukur tingkat efisiensi 12 bank syariah umum di Indonesia untuk periode 2016-2018 menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysis), dengan asumsi CRS (Constant Return to Scale) dan memaksimalkan output. Selanjutnya, analisis indeks Malmquist digunakan untuk melihat tingkat produktivitas bank syariah umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi keseluruhan bank syariah umum di Indonesia mengalami penurunan. Pada tahun 2016, efisiensi rata-rata bank syariah umum adalah 100 persen. Pada tahun 2017, efisiensi rata-rata adalah 99,93 persen dengan 3 bank syariah umum yang tidak efisien. Pada tahun 2018, efisiensi rata-rata adalah 98,4 persen dengan 2 bank syariah umum yang tidak efisien. Hasil analisis indeks Malmquist pada tahun 2017 menunjukkan ada 8 bank syariah umum yang mengalami peningkatan pengembalian skala, sementara 4 bank syariah umum mengalami penurunan pengembalian skala. Pada tahun 2018, 11 bank syariah umum mengalami peningkatan pengembalian skala dan 1 bank syariah umum mengalami penurunan pengembalian skala.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan efisiensi 12 Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia menggunakan DEA pada tahun 2016-2018 secara keseluruhan mengalami penurunan.BUS mencapai tingkat efisiensi 100 persen pada tahun 2016, menurun pada tahun 2017 dengan efisiensi rata-rata 99,93 persen dan mengalami penurunan kembali pada tahun 2018 dengan tingkat efisiensi 98,4 persen.Hasil analisis produktivitas dengan Indeks Malmquist menunjukkan bahwa pada tahun 2017, terdapat 8 dari total 12 BUS mengalami peningkatan produktivitas, atau sekitar 67% dari seluruh bank syariah umum.Sementara itu, pada tahun 2018, terdapat 11 dari total 12 BUS mengalami peningkatan produktivitas, atau sekitar 92% dari seluruh bank syariah umum.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor kualitatif yang mempengaruhi efisiensi bank syariah, seperti kualitas sumber daya manusia, tata kelola perusahaan, dan inovasi produk. Hal ini penting karena penelitian ini hanya berfokus pada faktor-faktor kuantitatif. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan sampel dengan memasukkan lebih banyak bank syariah, termasuk bank syariah yang beroperasi di daerah terpencil. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efisiensi bank syariah di Indonesia. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode analisis yang lebih canggih, seperti analisis panel data, untuk menguji dampak faktor-faktor makroekonomi terhadap efisiensi bank syariah. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efisiensi sektor perbankan syariah di Indonesia. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dan meningkatkan kinerja sektor perbankan syariah di Indonesia, serta memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kebijakan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan sektor ini.

Read online
File size466.98 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test