JOMPARNDJOMPARND

One moment, please...One moment, please...

Nagari Gauang yang berada di Kabupaten Solok merupakan salah satu produsen beras utama di Sumatera Barat, menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar sekitar 20-30% dari berat beras. Sayangnya, limbah ini sering kali hanya ditumpuk atau dibakar, yang merusak lingkungan. Namun, kulit padi sebenarnya mengandung banyak energi dan bahan berguna seperti silika, menjadikannya pilihan yang baik sebagai bahan bakar terbarukan. Untuk memanfaatkan potensi ini, program pemberdayaan masyarakat diadakan di Nagari Gauang untuk membantu kelompok tani dan warga setempat cara menjadikan sekam padi menjadi briket. Melalui presentasi dan pelatihan praktis, peserta mempelajari seluruh proses mulai dari pengeringan dan karbonisasi kulit padi hingga pembuatan dan penggunaan arang batok. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang energi ramah lingkungan tetapi juga memberikan keterampilan baru kepada warga untuk menciptakan produk bernilai yang dapat meningkatkan penghasilan mereka. Secara keseluruhan, program ini memperkuat hubungan komunitas dengan energi berkelanjutan dan kewirausahaan lokal sambil mendorong praktik lingkungan yang lebih baik.

Sosialisasi pemberdayaan limbah sekam padi menjadi alternatif bahan bakar sebagai energi terbarukan di Nagari Gauang memberikan dampak positif dalam hal pemahaman, kesadaran, dan keterampilan masyarakat.Melalui kegiatan ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang potensi pengolahan limbah sekam padi kini memiliki wawasan baru tentang potensi energi alternatif dan manfaat ekonomis serta finansial.Program ini tidak hanya mendorong penggunaan energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memberikan peluang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan warga nagari Gauang yang dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi nagari.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam mengenai efektivitas berbagai jenis bahan pengikat alami selain tepung tapioka dalam pembuatan briket sekam padi, dengan mempertimbangkan aspek biaya, ketersediaan, dan pengaruhnya terhadap kualitas pembakaran. Selain itu, studi komparatif mengenai dampak lingkungan dari penggunaan briket sekam padi dibandingkan dengan bahan bakar fosil atau kayu bakar perlu dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk produksi dan distribusi briket sekam padi, termasuk analisis rantai pasok, strategi pemasaran, dan potensi kolaborasi dengan pihak swasta atau pemerintah, juga merupakan area riset yang menjanjikan. Hal ini penting untuk memastikan adopsi yang luas dan berkelanjutan dari teknologi ini di masyarakat.

  1. Pengujian Biobriket Dari Limbah Kayu Sebagai Sumber Energi Alternatif | Ilham | Jambura Journal of Electrical... ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjeee/article/view/12347Pengujian Biobriket Dari Limbah Kayu Sebagai Sumber Energi Alternatif Ilham Jambura Journal of Electrical ejurnal ung ac index php jjeee article view 12347
  1. #pengelolaan keuangan#pengelolaan keuangan
  2. #energi terbarukan#energi terbarukan
Read online
File size721.87 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-2rF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test