UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Presentase sekolah dasar berbasis alam di kota Yogyakarta hanyalah 0,001 dari keselurahan sekolah dasar yang tercatat oleh Kementrian Pendidikan. Desain biofilik merupakan pendekatan perancangan yang mengintegrasikan unsur-unsur alam ke dalam lingkungan binaan untuk meningkatkan kesehatan, kenyamanan, dan keterhubungan manusia dengan alam. Penelitian ini mengkaji penerapan pola desain biofilik secara spesifik pada sekolah dasar di Indonesia, dengan mempertimbangkan konteks tropis, karakter budaya, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kasus pada SD IT Alam Nurul Islam, Yogyakarta Sekolah Alam pertama di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, serta dokumentasi visual dan analisis terhadap elemen-elemen biofilik. Analisis berfokus pada penerapan pola-pola biofilik fisik seperti keterhubungan visual dengan alam, keberadaan vegetasi, sirkulasi udara alami, akses terhadap cahaya matahari, serta pemanfaatan material alami pada ruang luar dan antarbangunan. Hasil studi menunjukkan bahwa secara sistematis telah mengacu pada prinsip desain biofilik, beberapa elemen fisik kawasan seperti halaman terbuka, pohon peneduh, integrasi lanskap edukatif serta koridor terbuka sudah mencerminkan pola biofilik secara kontekstual. Namun, integrasi pola yang lebih kompleks seperti adaptasi hierarki spasial alam maupun adaptasi pola biomorfik masih minim diterapkan. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya dalam memperkecil gap antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan Alam juga sebagai pengembangan pedoman desain kawasan sekolah dasar berbasis biofilik yang adaptif terhadap iklim tropis lembap dan potensi alam lokal, guna mendorong pembelajaran yang lebih sehat, alami, dan berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola desain biofilik telah diterapkan secara signifikan pada SD IT Alam Nurul Islam Yogyakarta, meliputi 9 dari 14 pola dari ketiga kategori utama, terutama dalam bentuk penghadiran alam secara langsung.Penerapan ini mendukung visi Sekolah Alam dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, sehat, dan berkelanjutan, serta memperkuat hubungan siswa dengan alam.Mengingat masih minimnya pengembangan desain biofilik dalam pendidikan di Indonesia, studi ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan sekolah alam di masa depan.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai implementasi desain biofilik di lingkungan pendidikan dengan menyoroti beberapa area krusial. Pertama, penting untuk mengkaji secara lebih mendalam mengapa pola desain biofilik yang lebih kompleks, seperti adaptasi hierarki spasial alam atau pola biomorfik, masih minim diterapkan di sekolah dasar di Indonesia. Studi ini bisa mengeksplorasi faktor-faktor penghambatnya, mulai dari keterbatasan pemahaman teknis arsitek dan desainer, kendala anggaran infrastruktur, hingga kurangnya regulasi yang spesifik, serta merumuskan strategi inovatif untuk mengatasi tantangan tersebut agar integrasi desain dapat maksimal. Kedua, mengingat temuan kualitatif mengenai dampak positif desain biofilik, penelitian kuantitatif diperlukan untuk mengukur secara obyektif pengaruh penerapan pola-pola desain biofilik, terutama kategori Nature in the Space Patterns yang dominan ditemukan, terhadap peningkatan performa kognitif, kesejahteraan psikologis, dan kesehatan fisiologis siswa di sekolah dasar berbasis alam dalam konteks iklim tropis lembap Indonesia. Perbandingan dengan sekolah konvensional akan memberikan bukti empiris yang kuat mengenai manfaat nyata dari pendekatan ini. Ketiga, untuk mendukung adopsi yang lebih luas, riset dapat difokuskan pada pengembangan model pedoman desain biofilik yang tidak hanya adaptif terhadap iklim tropis, tetapi juga mempertimbangkan keberagaman potensi alam dan material lokal di berbagai wilayah geografis Indonesia, seperti daerah pesisir, pegunungan, atau perkotaan. Pedoman ini perlu dirancang agar sederhana, aplikatif, dan dapat menjadi acuan bagi pengembang sekolah, pemerintah, maupun masyarakat umum dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan berkelanjutan, sekaligus mengisi kesenjangan antara teori dan praktik yang masih ada.

  1. PENERAPAN PRINSIP NATURE IN THE SPACE DAN NATURE OF THE SPACE PADA HEALTHY PLAZA AVENUE DI KOTA BARU... jurnal.untan.ac.id/index.php/jmarsitek/article/view/48407PENERAPAN PRINSIP NATURE IN THE SPACE DAN NATURE OF THE SPACE PADA HEALTHY PLAZA AVENUE DI KOTA BARU jurnal untan ac index php jmarsitek article view 48407
  2. PERENCANAAN SEKOLAH DASAR ALAM DI SAMARINDA DENGAN PENDEKATAN KONSEP BIOFILIK | Fatahillah | Jurnal Totem... doi.org/10.31293/ttm.v5i2.7861PERENCANAAN SEKOLAH DASAR ALAM DI SAMARINDA DENGAN PENDEKATAN KONSEP BIOFILIK Fatahillah Jurnal Totem doi 10 31293 ttm v5i2 7861
  3. Program Magang Siswa Dalam Menumbuhkan Kepribadian Mandiri Dan Jiwa Wirausaha Di SDIT Alam Nurul Islam... doi.org/10.31004/jh.v4i6.1913Program Magang Siswa Dalam Menumbuhkan Kepribadian Mandiri Dan Jiwa Wirausaha Di SDIT Alam Nurul Islam doi 10 31004 jh v4i6 1913
Read online
File size459.96 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test