UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Meningkatkan angka kejadian COVID-19 telah memberikan arahan bagi rumah sakit untuk mengadakan ruang rawat inap isolasi. Perhatian pada ruang isolasi di rumah sakit, terutama terkait desain dan juga fungsi mental healing bagi pasien. Di sisi lain masih ada hal yang belum banyak digali terkait pengamatan fungsi jiwa, mood, dan afek melalui pendekatan non psikiatri atau pendekatan fisiologi. Emotiv digunakan sebagai alat pengamatan fisiologi otak berbasis sistem EEG (Electroencephalography). Emotiv menerapkan metode perekaman aktivitas gelombang kelistrikan otak tanpa invasi jaringan, yaitu pemasangan elektroda pada permukaan kulit kepala. Gelombang kelistrikan ini muncul seiring aktivitas sel-sel otak. Secara keseluruhan, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan teoritis mengenai perangkat emotive untuk konteks penelitian dan eksperimen terkait mood dan afek pasien saat mendapatkan perawatan inap di ruang isolasi COVID-19. Penulisan ini merupakan review literatur dengan menggunakan beberapa sumber Pustaka serta hasil penelitian terkait alat EEG, alat emotiv, dan fungsi jiwa mood dan afek. Semua sumber literatur akan disimpulkan dan disusun secara teoritis. Hasil yang akan diharapkan adalah penjelasan secara teoritis yang berurutan dan jelas terkait pemanfaatan emotiv pada pengamatan mood afek terhadap desain interior ruang isolasi.

Suasana psikis atau kejiwaan pada para penghuni rumah sakit mulai dari tenaga kesehatan, staf rumah sakit, pasien dan pengunjung sangat mempengaruhi kesehatan dan Mood afek sebagai fungsi jiwa yang secara umum sering disebut sebagai emosi dapat dipengaruhi oleh visualisasi desain ruang.Untuk mengetahui kondisi mood afek tersebut maka dibutuhkan suatu pengamatan yang tidak hanya bersifat obyektif dan akurat, namun juga lebih mudah dalam operasionalnya.Alat berbasis EEG yaitu Emotiv menjadi sebuah alternatif dengan keunggulan berbasis EEG, portabel, dan berbasis digital.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh desain interior ruang isolasi COVID-19 terhadap mood dan afek pasien. Penelitian ini dapat menggunakan metode eksperimen dengan mengukur respons fisiologis pasien menggunakan Emotiv saat mereka berada di ruang isolasi dengan desain yang berbeda. Kedua, mengembangkan alat Emotiv untuk dapat mengukur lebih banyak aspek emosi dan afek, serta meningkatkan akurasi dan kemudahan penggunaannya. Ketiga, mengeksplorasi pendekatan non-psikiatri atau fisiologis lainnya untuk mengukur mood dan afek, seperti pengamatan detak jantung, refleks pupil, atau sekresi kelenjar keringat, dan mengintegrasikannya dengan Emotiv untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

  1. Annals of Computer Science and Information Systems, Volume 15. annals computer science information systems... doi.org/10.15439/2018F296Annals of Computer Science and Information Systems Volume 15 annals computer science information systems doi 10 15439 2018F296
Read online
File size513.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test