SAINSSAINS

Eudaimonia Journal PsychologyEudaimonia Journal Psychology

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Work Life Balance (WLB) terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi, yang didorong oleh kinerja rendah guru berstatus kontrak dan maraknya penunjukan kepala sekolah pelaksana, keduanya menunjukkan dukungan organisasi yang kurang optimal. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap 208 guru yang dipilih melalui sampling purposif dari populasi 9.352 guru; data dikumpulkan melalui kuesioner yang disesuaikan dengan instrumen SPOS, Work Life Balance Scale, dan The Danielson Framework for Teaching, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda di SPSS. Hasil menunjukkan bahwa POS memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja guru (sig. = 0,011), sedangkan WLB tidak memiliki efek signifikan (sig. = 0,388); secara bersamaan, kedua variabel secara signifikan mempengaruhi kinerja guru (sig. = 0,002) dengan kontribusi sebesar 5,1%. Disimpulkan bahwa dukungan organisasi adalah faktor dominan dalam meningkatkan kinerja guru, dan sekolah serta pihak berwenang pendidikan disarankan untuk memperkuat dukungan organisasi melalui pengakuan proporsional dan penyediaan fasilitas kerja yang memadai.

Studi ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika antara Perceived Organizational Support dan Work Life Balance dalam hubungannya dengan kinerja guru sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi.1) POS memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja guru - guru yang merasa dihargai, diakui, dan didukung oleh institusinya menunjukkan kinerja yang lebih baik.2) WLB tidak memiliki efek signifikan secara langsung terhadap kinerja guru di konteks ini, menunjukkan bahwa meskipun keseimbangan kerja-hidup secara umum penting, hal itu bukan penentu utama kinerja guru di lingkungan yang diteliti.3) Secara bersamaan, kedua variabel secara signifikan mempengaruhi kinerja guru, meskipun dengan kontribusi yang rendah (5,1%), menunjukkan bahwa kinerja guru adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor lain di luar kedua variabel ini.

Berdasarkan temuan, disarankan agar sekolah dan departemen pendidikan memberikan dukungan organisasi yang lebih serius kepada guru, baik secara materiil maupun non-materiil. Bentuk dukungan seperti perhatian kepemimpinan, keadilan dalam alokasi tugas, dan pengakuan atas prestasi kerja harus terus ditingkatkan, karena hal-hal ini terbukti berdampak langsung pada kinerja guru. Meskipun WLB tidak terbukti memiliki efek signifikan secara langsung, aspek ini tidak boleh diabaikan. Sekolah harus berusaha menciptakan atmosfer kerja yang lebih seimbang melalui distribusi beban kerja yang proporsional untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan guru dalam jangka panjang. Para peneliti dimasa depan juga dianjurkan untuk memperkaya model penelitian dengan menambahkan variabel relevan lainnya seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, atau komitmen organisasi untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif.

  1. Optimalisasi Work-Life Balance Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMPN 16 Surabaya | JURNAL JENDELA PENDIDIKAN.... ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJP/article/view/729Optimalisasi Work Life Balance Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMPN 16 Surabaya JURNAL JENDELA PENDIDIKAN ejournal jendelaedukasi index php JJP article view 729
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0016737APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0016737
Read online
File size301.2 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test