UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Provinsi Lampung memiliki kebutuhan mendesak akan fasilitas rumah sakit jiwa yang mampu menangani pasien dengan berbagai penyebab gangguan jiwa. Rumah sakit jiwa yang ada saat ini hanya dapat menangani pasien yang disebabkan oleh ketergantungan obat, dan belum memiliki lingkungan yang memadai untuk rehabilitasi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa yang dapat menampung dan mewadahi pasien gangguan jiwa dengan membuat lingkungan untuk penyembuhan yang memadai dengan secara tidak langsung memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa dengan membuat lingkungan yang dapat memberi dampak baik bagi pasien gangguan jiwa melalui konsep arsitektur ekologis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survey lapangan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengolah data dengan analisis perencanaan dan perancangan dengan memperhatikan kriteria bangunan ekologis berdasarkan buku arsitektur ekologis versi Heinz Frick. Hasil perancangan berupa rumah sakit jiwa yang menerapkan beberapa elemen arsitektur ekologis, seperti menciptakan area hijau di antara bangunan, memanfaatkan iklim, menyediakan sumber energi dan air, menggunakan bahan yang tahan terhadap perubahan cuaca, dan menciptakan bangunan bebas hambatan. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini, penerapan arsitektur ekologis dalam bangunan rumah sakit jiwa bukan hanya tentang mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan pasien dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Perancangan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung ini berhasil menerapkan konsep Arsitektur Ekologis.Hasil rancangannya berupa bangunan yang mengintegrasikan berbagai elemen ekologis, seperti penciptaan area hijau, pemanfaatan iklim, penyediaan sumber energi dan air, penggunaan bahan tahan cuaca, serta desain bebas hambatan.Penerapan arsitektur ekologis ini tidak hanya mengurangi dampak negatif lingkungan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan pasien dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada validasi empiris dan dampak jangka panjang dari penerapan arsitektur ekologis pada rumah sakit jiwa. Penting untuk menguji bagaimana desain yang telah diusulkan ini secara nyata memengaruhi tingkat pemulihan pasien gangguan jiwa, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik mereka, setelah fasilitas tersebut beroperasi penuh. Studi ini juga dapat mengukur efisiensi energi dan air yang sebenarnya tercapai, serta tingkat kepuasan baik dari pasien maupun staf medis terhadap lingkungan yang diciptakan. Selain itu, sebuah penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan kinerja rumah sakit jiwa berarsitektur ekologis dengan fasilitas konvensional, guna menyoroti perbedaan signifikan dalam hasil terapeutik dan operasional. Aspek lain yang menarik adalah menelaah sejauh mana prinsip-prinsip arsitektur ekologis yang berhasil diterapkan di Provinsi Lampung dapat disesuaikan dan diimplementasikan di berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik iklim, budaya, dan ketersediaan sumber daya yang unik. Hal ini akan membantu dalam mengembangkan pedoman desain yang lebih adaptif dan relevan secara regional. Terakhir, penelitian mengenai kelayakan ekonomi juga sangat krusial; mengkaji apakah biaya investasi awal yang mungkin lebih tinggi untuk konstruksi ekologis dapat diimbangi oleh penghematan operasional dalam jangka panjang, serta nilai tambah yang tak ternilai dari peningkatan kesejahteraan pasien dan keberlanjutan lingkungan. Analisis ini akan memberikan dasar yang kuat bagi pengambil kebijakan dan investor untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan mental yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi pada pemulihan holistik.

Read online
File size510.31 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test