ITSCIENCEITSCIENCE

International Journal of Multidisciplinary Sciences and ArtsInternational Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts

Penelitian ini menguji pengaruh karakteristik dewan direksi—khususnya keberagaman gender, ukuran dewan, latar belakang pendidikan, kehadiran direktur asing, dan masa jabatan dewan—terhadap tingkat pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Penelitian ini berfokus pada konteks yang kritis dan berdampak tinggi: sektor energi Indonesia dari tahun 2021 hingga 2023. Menggunakan metodologi kuantitatif dengan purposive sampling, penelitian ini menganalisis dataset panel sebanyak 54 observasi perusahaan-tahun dari perusahaan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Pengungkapan CSR diukur menggunakan indeks komprehensif berdasarkan Standar Global Reporting Initiative (GRI), dan hipotesis diuji menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dewan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap tingkat pengungkapan CSR. Sebaliknya, keberagaman gender dewan, latar belakang pendidikan direktur, proporsi direktur asing, dan masa jabatan dewan tidak menunjukkan efek yang signifikan. Adjusted R2 model sebesar 0,214 menunjukkan bahwa 21,4% variasi dalam pengungkapan CSR dapat dijelaskan oleh karakteristik dewan yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa di sektor energi Indonesia yang sangat diatur, dewan yang lebih besar, yang menyediakan kumpulan keahlian yang lebih luas dan meningkatkan kapasitas pemantauan, merupakan mekanisme tata kelola internal utama yang mendorong transparansi CSR yang lebih besar. Hasil ini menawarkan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan perusahaan yang bertujuan untuk memperkuat tata kelola untuk keberlanjutan dan bagi regulator yang ingin meningkatkan kualitas pelaporan perusahaan di luar kepatuhan wajib.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran dewan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR di sektor energi Indonesia.Hal ini menunjukkan bahwa dewan yang lebih besar, dengan keahlian yang lebih luas, dapat mendorong transparansi CSR yang lebih besar.Karakteristik dewan lainnya, seperti keberagaman gender, latar belakang pendidikan, kehadiran direktur asing, dan masa jabatan dewan, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan dan regulator yang ingin meningkatkan praktik CSR.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel penelitian untuk mencakup lebih banyak perusahaan di sektor energi Indonesia, serta sektor industri lainnya, untuk meningkatkan generalisasi temuan. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi kualitas pengungkapan CSR, bukan hanya kuantitasnya, dengan menggunakan metode analisis yang lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat menguji peran variabel moderasi, seperti kinerja keuangan perusahaan atau tingkat persaingan industri, dalam memengaruhi hubungan antara karakteristik dewan dan pengungkapan CSR. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi praktik CSR dapat diperoleh, yang pada gilirannya dapat membantu perusahaan dan regulator dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan.

  1. Masa Jabatan CEO, Keragaman Dewan Direktur, dan Pengungkapan CSR: Eksplorasi Studi Kepustakaan | Cahyono... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/el-muhasaba/article/view/17416Masa Jabatan CEO Keragaman Dewan Direktur dan Pengungkapan CSR Eksplorasi Studi Kepustakaan Cahyono ejournal uin malang ac index php el muhasaba article view 17416
  2. Board Characteristics and Corporate Sustainability Reporting: Evidence from Chinese Listed Companies.... mdpi.com/2071-1050/15/4/3553Board Characteristics and Corporate Sustainability Reporting Evidence from Chinese Listed Companies mdpi 2071 1050 15 4 3553
Read online
File size1.14 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test