UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Aerotropolis memberikan konsep bisnis yang mana tempatnya berlokasi pada kawasan bandar udara. Penerapan aerotropolis juga bisa dijadikan sebagai alat dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersil secara bersamaan, agar tidak tertinggal dengan wilayah-wilayah lainnya. Tujuan konsep ini adalah untuk memperoleh manfaat untuk bandar udara tersebut, wilayah yang ada di sekitar bandar udara, ataupun secara skala nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran terkait dengan konsep aerotropolis di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kuala Lumpur International Airport, dan Singapore Changi Airport. Dengan menggunakan metode studi komparatif didapatkan hasil yaitu hanya Kuala Lumpur International Airport dan Singapore Changi Airport yang sangat baik dalam menerapkan konsep aerotropolis. Untuk Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sendiri masih banyak memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam memenuhi prinsip-prinsip aerotropolis seperti prinsip struktur tata ruang wilayah, prinsip tata guna lahan, prinsip peruntukan utama dari fungsi suatu kawasan, prinsip penyediaan kawasan bisnis, serta prinsip konektivitas transportasi.

Berdasarkan hasil analisis mengenai penerapan aerotropolis pada masing-masing bandar udara yang dijadikan sebuah studi kasus untuk penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa dua dari tiga bandar udara tersebut telah memenuhi prinsip-prinsip dari aerotropolis.Dari perbandingan ketiga studi kasus tersebut, yang diantaranya Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kuala Lumpur International Airport, Singapore Changi Airport, hanya Kuala Lumpur International Airport dan Singapore Changi Airport yang sangat baik dalam menerapkan konsep aerotropolis.Untuk Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sendiri masih banyak memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam memenuhi prinsip-prinsip aerotropolis seperti prinsip struktur tata ruang wilayah, prinsip tata guna lahan, prinsip peruntukan utama dari fungsi suatu kawasan, prinsip penyediaan kawasan bisnis, serta prinsip konektivitas transportasi.

Untuk memperkaya pemahaman dan mendukung pengembangan bandar udara di masa depan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi kasus mendalam terhadap Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto atau bandara domestik serupa di Indonesia, untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor penghambat, baik dari segi kebijakan pemerintah daerah, kapasitas investasi, maupun penerimaan masyarakat lokal, dalam upaya mengadopsi konsep aerotropolis. Pertanyaan penelitian dapat berpusat pada: Bagaimana faktor regulasi, ekonomi, dan sosial lokal memengaruhi keberhasilan implementasi prinsip-prinsip aerotropolis di bandara domestik yang sedang berkembang? Penelitian ini akan memberikan wawasan konkret mengenai tantangan unik yang dihadapi oleh bandara di negara berkembang dan bagaimana strategi penanganannya dapat disesuaikan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada analisis dampak komprehensif dari implementasi konsep aerotropolis di bandara yang sukses seperti Kuala Lumpur International Airport atau Singapore Changi Airport. Ini bisa melibatkan studi kuantitatif untuk mengukur kontribusi ekonomi makro, penciptaan lapangan kerja, serta perubahan pola pergerakan dan distribusi penduduk di sekitar kawasan bandara. Pertanyaan yang relevan bisa berupa: Apa dampak ekonomi, sosial, dan spasial jangka panjang dari penerapan aerotropolis terhadap kota inti dan wilayah sekitarnya? Pemahaman tentang dampak ini penting untuk justifikasi investasi dan perencanaan strategis. Ketiga, mengingat cepatnya perkembangan teknologi dan isu keberlanjutan, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana konsep aerotropolis dapat beradaptasi dengan tren masa depan seperti mobilitas udara perkotaan (UAM) atau kebutuhan infrastruktur hijau. Misalnya, Bagaimana konsep aerotropolis dapat diintegrasikan dengan teknologi pintar dan prinsip-prinsip kota berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem bandara yang lebih tangguh dan ramah lingkungan? Pendekatan ini akan membantu memastikan relevansi dan keberlanjutan model pengembangan aerotropolis di tengah lanskap perkotaan yang terus berubah.

Read online
File size617.9 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test