UnnasUnnas
SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and UrbanismUntuk mendukung proses perkembangan dan pembelajaran anak tunanetra dan tunagrahita diperlukan suatu pendidikan khusus bagi penyandang tunanetra dan tunagrahita.Kebutuhan penyandang tunanetra dan tunagrahita untuk memperoleh pembelajaran yang layak berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas khusus bagi mereka. Pada kenyataannya saat ini masih banyak fasilitas pedidikan yang khususkan untuk anak tunanetra dan tunagrahita yang tidak memenuhi persyaratan dan kebutuhan peserta didik. Kebanyakan sekolah luar biasa menyamaratakan sarana prasarana yang dikhususkan untuk penyandang tunanetra dan tunagrahita dengan sekolah pada umumnya sehingga artikel ini ditulis untuk memaparkan desain khusus untuk penyadang tunanetra dan tunagrahita. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang diawali dari mencari infomasi dari jurnal, buku, maupun tulisan ilmiah mengenai karakteristik, kesulitan dan kebutuhan pengguna. Dari hal itu maka munculnya pemahaman desain seperti aksesibilitas, pola tata ruang, penataan furniture, orientasi, material, dimensi ruangan dan pencahayaan yang sesuai ,dibutuhkan , dan memberikan kenyamanan dan keamanan. Dengan melalui artikel ini diharapkan pembaca dapat mengetahui bagaimana desain yang diperlukan untuk tunanetra dan tunagrahita.
Artikel ini meninjau dan merekomendasikan desain fasilitas pendidikan bagi tunanetra dan tunagrahita, dengan tujuan agar pembaca memahami kebutuhan desain untuk meningkatkan kemampuan mereka.Disimpulkan bahwa desain harus mempertimbangkan sirkulasi sederhana, warna kontras, material aman, orientasi bangunan, tekstur, ukuran ruangan, aksesibilitas, penataan furnitur, serta pencahayaan dan penghawaan optimal.Hal-hal ini esensial untuk mendukung proses pembelajaran penyandang tunanetra dan tunagrahita.
Mengingat bahwa penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif berdasarkan tinjauan literatur, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan aplikasi praktis di masa depan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi implementasi atau studi kasus empiris yang menerapkan strategi desain yang telah direkomendasikan dalam fasilitas pendidikan nyata bagi tunanetra dan tunagrahita. Penelitian ini dapat menguji efektivitas desain terhadap peningkatan kemandirian, orientasi spasial, interaksi sosial, serta hasil belajar siswa di lingkungan yang dirancang khusus. Misalnya, bagaimana perubahan sirkulasi linear atau penggunaan warna kontras secara konkret memengaruhi navigasi dan fokus perhatian siswa dalam aktivitas sehari-hari di sekolah? Kedua, penting untuk menggali lebih dalam perspektif pengguna langsung dan pemangku kepentingan melalui pendekatan partisipatif. Penelitian selanjutnya bisa melibatkan siswa tunanetra dan tunagrahita, guru, serta orang tua dalam proses evaluasi desain atau bahkan dalam tahap konseptualisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan yang mungkin belum terungkap dari literatur umum. Ini bisa berupa wawancara mendalam atau fokus grup untuk mendapatkan wawasan tentang pengalaman hidup mereka dengan fasilitas yang ada dan preferensi terhadap elemen desain tertentu. Terakhir, studi tentang kelayakan ekonomi dan skalabilitas implementasi desain ini juga sangat relevan. Mengingat keterbatasan anggaran yang mungkin dihadapi banyak sekolah, penelitian dapat menyelidiki solusi desain yang optimal secara biaya tanpa mengorbankan kualitas dan fungsionalitas. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: Model implementasi desain arsitektur adaptif manakah yang paling efisien dan berkelanjutan untuk diterapkan pada skala nasional di Indonesia, baik untuk bangunan baru maupun renovasi? Pendekatan ini akan membantu memastikan bahwa rekomendasi desain tidak hanya ideal secara teori tetapi juga praktis dan dapat diakses secara luas.
| File size | 1.72 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UnnasUnnas Penerapan aerotropolis juga bisa dijadikan sebagai alat dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersil secara bersamaan, agar tidak tertinggal denganPenerapan aerotropolis juga bisa dijadikan sebagai alat dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersil secara bersamaan, agar tidak tertinggal dengan
UnnasUnnas Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa Bangunan Pengelola Showcase Mangrove Tahura NgurahPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa Bangunan Pengelola Showcase Mangrove Tahura Ngurah
UnnasUnnas Fasilitas kesenian Wayang Thengul dirancang dengan pendekatan Extending Tradition, menggabungkan nilai-nilai tradisi lokal Bojonegoro dan rumah Jawa denganFasilitas kesenian Wayang Thengul dirancang dengan pendekatan Extending Tradition, menggabungkan nilai-nilai tradisi lokal Bojonegoro dan rumah Jawa dengan
UnnasUnnas Selain itu, penelitian ini menggali peran psikologi lingkungan dalam membentuk konsentrasi, kreativitas, dan kenyamanan dalam ruang membaca. Ini menganalisisSelain itu, penelitian ini menggali peran psikologi lingkungan dalam membentuk konsentrasi, kreativitas, dan kenyamanan dalam ruang membaca. Ini menganalisis
UnnasUnnas Lingkungan outdoor sekolah dasar menyediakan ruang untuk berbagai permainan dan eksplorasi, terutama di alam. Namun, banyak sekolah dasar negeri di IndonesiaLingkungan outdoor sekolah dasar menyediakan ruang untuk berbagai permainan dan eksplorasi, terutama di alam. Namun, banyak sekolah dasar negeri di Indonesia
UnnasUnnas serta memiliki serambi atau teras yang luas sebagai pengganti tritisan. Dari kesimpulan tersebut, terbukti bahwa Lawang Sewu menggunakan langgam arsitekturserta memiliki serambi atau teras yang luas sebagai pengganti tritisan. Dari kesimpulan tersebut, terbukti bahwa Lawang Sewu menggunakan langgam arsitektur
UnnasUnnas Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai.Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai.
UnnasUnnas Berdasarkan hasil penelitian Pengukuran Tata Letak dan Infrastruktur Menggunakan UI Green Metrics, diperoleh nilai penilaian akhir sebesar 300 poin. NilaiBerdasarkan hasil penelitian Pengukuran Tata Letak dan Infrastruktur Menggunakan UI Green Metrics, diperoleh nilai penilaian akhir sebesar 300 poin. Nilai
Useful /
UnnasUnnas Secara spesifik kekurangan terlihat pada koridor, RAM, penerangan darurat, lampu darurat, rambu petunjuk arah keluar, sistem peringatan bahaya, hidran,Secara spesifik kekurangan terlihat pada koridor, RAM, penerangan darurat, lampu darurat, rambu petunjuk arah keluar, sistem peringatan bahaya, hidran,
UnnasUnnas Fasilitas‑fasilitas yang telah dipaparkan perlu disediakan agar kegiatan di dalam terminal dapat berjalan dengan baik. Namun, beberapa fasilitas yangFasilitas‑fasilitas yang telah dipaparkan perlu disediakan agar kegiatan di dalam terminal dapat berjalan dengan baik. Namun, beberapa fasilitas yang
UnnasUnnas Studi ini mengkaji berbagai faktor seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Garis Sempadan Bangunan (GSB), Jumlah LantaiStudi ini mengkaji berbagai faktor seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Garis Sempadan Bangunan (GSB), Jumlah Lantai
UnnasUnnas Penerapan ini mendukung visi Sekolah Alam dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, sehat, dan berkelanjutan, serta memperkuat hubunganPenerapan ini mendukung visi Sekolah Alam dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, sehat, dan berkelanjutan, serta memperkuat hubungan