ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Asmatigmatisme merupakan suatu penyakit gangguan penglihatan pada semua usia umur, saat ini peulis memilih pada anak dewasa sehingga mengakibakan penglihatan tidak jelas bahkan tidak tajam dalam penglihatan pada kornea mata yang terjadi secara kronis. Pendekatan yang digunakan dalam menangani penyakit kronis yakni Human Becoming (Rossemarie Rizzo Parse). Metode yang dIgunakan studi kasus dan studi literatur. Hasil Tn. A berusia 19 tahun saat ini dirawat dengan diagnose medis Astigmatisme kecanduan main game dan kelainan genetik pada kornea mata. Pengkajian dengan pendekatan human becoming parse, terdapat masalah ketidakadekuatan structuring meaning, configuring rhytmical pattern, contranscending. Tujuan yang ditetapkan mengacu pada NOC berdasarkan pendekatan Human Becoming Parse. Intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan mengacu pada nursing system pada pendekatan Human Becoming Parse. Kesimpulan pendeakaan human becoming parse dapat diterapkan pada kasus ASTIGMATISME dengan komplikasi yang kompleks. Perawat diharapkan mampu menerapkan pengkajian dengan menggunakan pendekatan teori human becoming parse pada kasus STIGMATISME dengan pendekatan universal human becoming parse sructuring meaning, configuring rhythmicity pattern, trancendence.

Pendekatan Human Becoming Parse terbukti efektif diterapkan pada kasus astigmatisme.Disarankan agar perawat menggunakan teori ini dalam pengkajian pasien astigmatisme.Penerapan teori Human Becoming Parse membantu memenuhi kebutuhan pasien melalui komponen structuring meaning, configuring rhythmical pattern, dan transcendence.

Mengingat bahwa penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang mendalam, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan guna memperkaya pemahaman dan aplikasi teori Human Becoming Parse dalam praktik keperawatan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif berskala lebih besar yang membandingkan efektivitas penerapan teori Human Becoming Parse dengan pendekatan keperawatan tradisional atau lainnya pada kelompok pasien astigmatisme dewasa yang lebih beragam. Penelitian ini dapat menguji sejauh mana teori Parse mampu meningkatkan kualitas hidup, adaptasi psikososial, dan kepatuhan pengobatan pasien dalam populasi yang lebih luas, memberikan bukti empiris mengenai keunggulan atau kekhasan pendekatan ini. Kedua, diperlukan penelitian longitudinal yang fokus pada pengukuran dampak jangka panjang dari intervensi keperawatan berbasis Human Becoming Parse. Studi semacam ini dapat melacak perkembangan pasien terkait persepsi makna hidup, pola ritmis dalam menghadapi penyakit, dan kemampuan transendensi mereka seiring waktu, serta mengukur kepuasan pasien terhadap dukungan yang diberikan. Hal ini akan membantu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari teori Parse yang paling berkontribusi pada hasil positif jangka panjang. Ketiga, mengingat adanya disebutkan kelainan genetik sebagai salah satu kemungkinan penyebab astigmatisme dan dampaknya terhadap body image serta interaksi sosial pasien, sebuah studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pasien dalam memahami dan menerima kondisi genetik mereka melalui lensa teori Human Becoming Parse. Penelitian ini bisa menggali bagaimana konsep imaging, valuing, dan languaging membantu pasien membentuk makna pribadi terhadap identitas dan kondisi kesehatan mereka, serta bagaimana hal ini memengaruhi keputusan mereka terkait penanganan dan integrasi sosial.

Read online
File size272.9 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test