ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman. Penyakit diabetes ini bila tidak cepat diatasi akan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih parah karena dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi yaitu kerusakan syaraf, kerusakan ginjal, kerusakan mata, penyakit jantung, stroke, impotensi dan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian buah naga merah terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II. Jenis Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen Design dengan rancangan pretest-postest. Sampel berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan alat ukur Easy touch GDA, lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan rata-rata kadar gula darah pada kelompok intervensi yaitu kadar gula darah pretest 249,75 mg/dl, post test 223,60 mg/dl dengan p-value 0,00<0,05 maka Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar gula darah sebelum dan setelah pemberian buah naga merah. Sedangkan pada kelompok kontrol pretest 248,70 mg/dl post test menjadi 255,70 mg/dl dengan p-value 0,57>0,05 artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Hal ini dapat terjadi karena terdapat variabel perancu (comfounding) yang berpengaruh yaitu variabel stres dengan nilai sign 0,04<0,05. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok intervensi artinya pemberian buah naga merah mempengaruhi penurunan kadar gula darah pada penderita DM Tipe 2.

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian buah naga merah terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare.

Penelitian ini memberikan wawasan awal yang menjanjikan mengenai potensi buah naga merah dalam membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Namun, untuk benar-benar memahami manfaat penuhnya, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada studi yang menyelidiki efektivitas jangka panjang dari konsumsi buah naga merah, bukan hanya dalam rentang waktu singkat seperti 15 hari. Penelitian bisa mencari tahu berapa dosis optimal dan frekuensi konsumsi yang paling efektif dan aman untuk mempertahankan kadar gula darah normal selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, serta apakah ada perbedaan signifikan jika buah naga merah dikonsumsi dalam bentuk segar, jus, atau olahan lain. Kedua, penting untuk mendalami bagaimana sebenarnya buah naga merah bekerja di dalam tubuh. Studi selanjutnya dapat berfokus pada identifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam buah naga merah dan menjelaskan mekanisme molekuler atau biokimia yang tepat di balik efek penurunan gula darah, misalnya, bagaimana interaksinya dengan produksi insulin atau sensitivitas sel terhadap insulin. Ini akan memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat. Ketiga, mengingat adanya variabel perancu seperti stres yang diidentifikasi dalam penelitian ini, studi di masa depan sebaiknya dirancang dengan kontrol yang lebih ketat terhadap faktor-faktor gaya hidup. Peneliti bisa mengembangkan protokol intervensi yang juga mencakup manajemen stres atau memilih desain penelitian yang lebih kuat, seperti uji klinis acak terkontrol, dengan jumlah peserta yang lebih besar dan representatif dari berbagai demografi. Ini akan membantu memastikan bahwa efek yang diamati benar-benar berasal dari buah naga merah, bukan faktor lain.

Read online
File size207.67 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test