UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realitas kehidupan pemulung, persoalan kemiskinan yang menyandera mereka, dan peran gereja dalam memberdayakan para pemulung. Profesi pemulung dilakukan akibat masalah kemiskinan akut yang dialami masyarakat perkotaan. Pemulung bekerja dengan memungut sampah-sampah, seperti gelas aqua, botol, besi, dan berbagai sampah lainnya yang bisa dijual, untuk memenuhi kebutuhan perekonomian. Pemulung selalu dipandang negative sebagai orang–orang miskin dan tidak jarang mendapat perlakuan diskriminasi dari masyarakat umumnya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan para pemulung untuk mengungkap realitas dan pengalaman hidup pemulung. Selanjutnya, analisis deskriptif dilakukan untuk menunjukkan peran dan keterlibatan gereja dalam memberdayakan pemulung. Artikel ini menemukan bahwa kehadiran gereja di masa kini tidak lagi sebatas sebuah kehadiran ritual, tetapi suatu kehadiran yang memberdayakan umat untuk menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan yang dialami para pemulung. Penelitian ini menawarkan sebuah konsep yang menegaskan misi gereja untuk memberdayakan pemulung dalam menghadapi persoalan kemiskinan yang membelenggu.

Penelitian menunjukkan bahwa gereja memiliki peran penting dalam misi dan pemberdayaan pemulung, serta memberikan pelayanan kasih kepada mereka yang berada dalam jemaat.Dengan menekankan diakonia transformatif dan oikonomia, gereja dapat tetap relevan dan efektif dalam mengatasi kemiskinan serta marginalisasi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program mikro‑kredit yang diprakarsai gereja dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi pemulung, dengan pendekatan kuantitatif longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental mengenai intervensi pendidikan berbasis iman yang ditujukan bagi anak‑anak pemulung, guna mengevaluasi sejauh mana pendekatan tersebut meningkatkan partisipasi sekolah, motivasi belajar, dan aspirasi karier mereka. Terakhir, peneliti dapat melakukan penelitian aksi partisipatif untuk menilai peran kemitraan gereja‑komunitas dalam mengurangi stigma sosial terhadap pemulung, dengan fokus pada perubahan persepsi publik, kebijakan lokal, dan praktik inklusif yang dihasilkan dari dialog lintas‑sektor.

  1. Menggereja Bersama Pemulung | ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. menggereja pemulung arumbae... ojs.ukim.ac.id/index.php/arumbae/article/view/1247Menggereja Bersama Pemulung ARUMBAE Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama menggereja pemulung arumbae ojs ukim ac index php arumbae article view 1247
  2. Kesejahteraan Subjektif pada Pemulung: Tinjauan Sosiodemografi | Hafiza | Gadjah Mada Journal of Psychology... journal.ugm.ac.id/gamajop/article/view/49945Kesejahteraan Subjektif pada Pemulung Tinjauan Sosiodemografi Hafiza Gadjah Mada Journal of Psychology journal ugm ac gamajop article view 49945
Read online
File size528.75 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test