UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Kauman merupakan permukiman perkotaan di Kota Surakarta, Jawa Tengah yang juga memiliki nilai sejarah tinggi. Dahulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem Keraton serta para khatib Masjid Agung Surakarta. Selain sebagai permukiman, kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Seiring perkembangan zaman dengan bertambahnya penduduk beserta kebutuhan ekonominya, kawasan sekitar Kauman tumbuh menjadi pusat komersial. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat kemudian memicu beberapa bangunan termasuk Kauman beralih fungsi menjadi pertokoan. Terletak di tengah kota dan menjadi pusat aktivitas memicu peningkatan tekanan pembangunan di Kauman, sehingga menjadikan kawasan ini tidak sepenuhnya lagi berfungsi sebagai permukiman. Eksistensi budaya di Kauman perlahan menurun seiring terjadinya perubahan fungsi lahan dan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kehilangan atau keaslian permukiman perkotaan. Maka dari itu, Kauman sudah selayaknya mendapat perhatian khusus untuk keberlanjutan kawasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan kawasan Kauman Surakarta. Penelitian yang berfokus pada elemen fisik kawasan ini dilakukan dengan metode observasi lapangan dan dianalisa berdasarkan empat aspek berkelanjutan, yaitu Efisiensi dan Ekonomi, Ekologi, estetika dan Budaya, serta Elaborasi keselamatan bencana. Hasil penelitian didapati bahwa kawasan Kauman memiliki keunggulan pada aspek efisiensi dan ekonomi serta estetika dan budaya. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi landasan pengembangan kawasan sehingga dapat melestarikan Kampung Kauman Surakarta.

Tata bangunan di Kauman menunjukkan kecenderungan optimalisasi lahan terbangun melalui KDB tinggi dan KLB 1,2, serta dominasi fungsi campuran, mengindikasikan keunggulan pada aspek efisiensi dan ekonomi.Namun, kondisi ini berdampak pada rendahnya Koefisien Dasar Hijau (KDH) dan minimnya jarak setback, sehingga aspek ekologi dan elaborasi keselamatan bencana dinilai kurang berkelanjutan.Meskipun aspek estetika dan budaya masih terjaga pada bangunan kuno, khususnya yang berkaitan dengan pariwisata, secara keseluruhan Kauman belum sepenuhnya berkelanjutan, sehingga diperlukan kebijakan dan kajian lebih lanjut untuk pelestarian dan pengembangan kawasan yang lebih seimbang.

Untuk memperkaya pemahaman mengenai keberlanjutan Kawasan Kauman Surakarta di masa mendatang, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penting untuk melakukan studi sosiologis yang mendalam guna mengidentifikasi bagaimana perubahan fisik tata bangunan serta pergeseran fungsi lahan telah memengaruhi pola kehidupan, identitas, dan kohesi sosial masyarakat Kauman. Penelitian ini dapat mengeksplorasi persepsi dan aspirasi warga setempat terhadap program konservasi, serta mengkaji dampak psikologis dan budaya dari modernisasi kawasan terhadap generasi muda. Kedua, mengingat adanya kebutuhan akan kebijakan yang lebih kuat, kajian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model tata kelola berbasis partisipasi publik, yang melibatkan secara aktif pemerintah, pemilik lahan, komunitas lokal, dan akademisi dalam merumuskan rencana induk keberlanjutan. Model ini perlu mengintegrasikan aspek efisiensi ekonomi dengan perlindungan ekologi dan keselamatan bencana secara holistik, mungkin dengan mengadopsi pendekatan Living Heritage yang menekankan pelestarian nilai-nilai takbenda. Ketiga, perlu adanya analisis ekonomi yang lebih rinci tentang skema insentif atau program pendanaan alternatif bagi pemilik bangunan kuno dan properti yang ingin menerapkan prinsip keberlanjutan, namun terkendala biaya. Studi ini dapat menguji kelayakan model bisnis baru, seperti pariwisata budaya berkelanjutan atau pemanfaatan ruang kreatif, yang tidak hanya melestarikan warisan fisik tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang terukur dan aplikatif bagi upaya pelestarian Kauman yang berimbang dan berkelanjutan.

Read online
File size1.43 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test