UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Terminal Trunojoyo adalah terminal tipe B yang berada di Kabupaten Sampang. Terminal ini mengambil nama dari salah satu pejuang di pulau Madura yang bernama Raden Trunojoyo. Fasilitas di dalam terminal sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan yang diperlukan oleh pengguna terminal, maka dari itu sangat diperlukan fasilitas yang memadai di dalam terminal agar penumpang merasa nyaman dan juga aman saat melakukan aktivitas di dalam terminal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi, fasilitas dan permasalahan yang ada di dalam terminal. Metode dalam penelitian ini memiliki beberapa tahap antara lain tahap persiapan yang berupa pengamatan terhadap lingkungan di terminal Trunojoyo. Data pada tahapan ini akan digunakan untuk bahan pada tahapan analisis dan tahap kesimpulan yaitu kesimpulan yang akan dijadikan acuan untuk pengelolaan fasilitas di terminal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas umum di Terminal Trunojoyo dapat dikategorikan menjadi tiga zona.privat, semi publik, dan publik, serta terdapat sejumlah fasilitas yang belum tersedia seperti ruang service kendaraan, bengkel, ruang istirahat, gudang, ruang parkir cadangan, ruang administrasi, retribusi, ruang informasi, ruang pengobatan, dan cadangan pengembangan.Fasilitas‑fasilitas yang telah dipaparkan perlu disediakan agar kegiatan di dalam terminal dapat berjalan dengan baik.Namun, beberapa fasilitas yang ada, seperti musholla, kamar mandi, dan area tunggu kendaraan umum, masih belum berfungsi secara optimal sehingga memerlukan perbaikan.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada tiga arah utama: pertama, melakukan studi komparatif mengenai dampak relokasi Terminal Trunojoyo ke Desa Aing Sareh terhadap kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan efisiensi operasional, sehingga dapat menjawab pertanyaan bagaimana perubahan lokasi memengaruhi persepsi kenyamanan dan keamanan penumpang. Kedua, merancang dan menguji pedoman desain fasilitas publik yang optimal untuk terminal tipe B di wilayah dengan keterbatasan lahan, dengan meneliti kebutuhan spesifik pengguna serta faktor ergonomis, guna menghasilkan model yang dapat diadaptasi pada terminal serupa di Madura. Ketiga, mengevaluasi kemungkinan integrasi elemen hijau dan teknologi ramah lingkungan dalam perencanaan ulang terminal, termasuk penggunaan material berkelanjutan, sistem pengelolaan air hujan, dan pencahayaan alami, untuk menilai sejauh mana pendekatan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan, mengurangi jejak karbon, serta memaksimalkan penggunaan ruang terbatas. Ketiga penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi perbaikan fasilitas terminal dan kebijakan transportasi daerah.

Read online
File size832.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test