UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanIni mengkaji bagaimana remaja di Kalurahan Watusigar, sebuah desa di Yogyakarta yang dikenal dengan keragaman agama, memahami dan mempraktikkan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Di desa ini, Muslim, Kristen, dan pemeluk agama lain telah hidup berdampingan selama beberapa generasi, menjadikannya lokasi penting untuk menelaah pengalaman lintas iman remaja dalam konteks pedesaan yang plural. Dengan pendekatan fenomenologi dan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap tiga remaja berusia 15–18 tahun yang aktif dalam interaksi lintas iman. Analisis menghasilkan enam tema utama: (1) keberagaman sebagai realitas sosial yang dihayati, (2) toleransi dan penghargaan perbedaan sebagai nilai inti, (3) kebebasan beragama sebagai hak personal, (4) interaksi sosial lintas iman yang positif, (5) partisipasi budaya dan empati terhadap tradisi lain, serta (6) kolaborasi antaragama. Satu tema unik menunjukkan dimensi afektif dan partisipatoris dari toleransi. Temuan ini menegaskan bahwa di Watusigar, toleransi beragama pada remaja bukan sekadar ideal normatif, tetapi praktik sosial yang diwujudkan dan diinternalisasi. Dengan menempatkan pengalaman remaja di konteks pedesaan yang plural, studi ini berkontribusi pada diskursus global tentang pemuda, keterlibatan lintas iman, dan pembangunan perdamaian, serta menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis moderasi beragama guna menumbuhkan relasi antariman yang inklusif dan harmonis.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa remaja di Kalurahan Watusigar telah menginternalisasi dan mempraktikkan nilai toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari.Mereka tidak hanya menerima keragaman agama sebagai realitas sosial tetapi juga melihatnya sebagai sumber penguatan interaksi sosial dan perspektif individu.Toleransi beragama mereka diwujudkan melalui enam tema utama, termasuk partisipasi budaya, empati terhadap tradisi lain, dan kolaborasi lintas agama.Penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi beragama bukan hanya sikap pasif tetapi bentuk perilaku sosial aktif yang terbentuk dari faktor internal dan eksternal.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena sampel yang terbatas dan konteks lokal, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan partisipan lebih beragam untuk memperdalam pemahaman tentang toleransi remaja di masyarakat plural.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana toleransi beragama remaja di kota-kota besar Indonesia berbeda dengan daerah pedesaan, mengingat konteks sosial yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan formal dan non-formal dalam membentuk sikap toleransi beragama pada usia remaja. Terakhir, studi ini dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pengalaman interfaith engagement terhadap perkembangan karakter dan kompetensi sosial remaja dalam masyarakat yang plural.
| File size | 397.17 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Malakok berperan sebagai mekanisme integrasi sosial yang memperkuat hubungan antaragama di masyarakat Minangkabau. Praktik ini memungkinkan individu non-MuslimMalakok berperan sebagai mekanisme integrasi sosial yang memperkuat hubungan antaragama di masyarakat Minangkabau. Praktik ini memungkinkan individu non-Muslim
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Serial ini merekonstruksi dan merekontekstualisasi bahasa keagamaan dengan menggunakan ekspresi seperti ketaatan, khidmah, istri spiritual, dan pernikahanSerial ini merekonstruksi dan merekontekstualisasi bahasa keagamaan dengan menggunakan ekspresi seperti ketaatan, khidmah, istri spiritual, dan pernikahan
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Komunitas keagamaan yang didukung oleh perempuan Muslim menjadi ruang kesalehan mereka, dengan pengakuan kesalehan di ruang publik terwujud melalui tindakanKomunitas keagamaan yang didukung oleh perempuan Muslim menjadi ruang kesalehan mereka, dengan pengakuan kesalehan di ruang publik terwujud melalui tindakan
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Meskipun poligami diakui secara normatif dalam Islam berdasarkan teks Al-Quran, implementasinya kerap menunjukkan kesenjangan antara norma ideal dan realitasMeskipun poligami diakui secara normatif dalam Islam berdasarkan teks Al-Quran, implementasinya kerap menunjukkan kesenjangan antara norma ideal dan realitas
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Shalawat yang sebelumnya merupakan ranah privat yang memiliki nilai ibadah, lambat laun berubah menjadi aktivitas yang memiliki nilai keuntungan. PenelitianShalawat yang sebelumnya merupakan ranah privat yang memiliki nilai ibadah, lambat laun berubah menjadi aktivitas yang memiliki nilai keuntungan. Penelitian
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO PAI harus dapat membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi yang mereka terima, serta membangun literasi digitalPAI harus dapat membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi yang mereka terima, serta membangun literasi digital
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan survei sebelum serta setelah keterlibatan dalam kegiatan tari. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatanMetode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan survei sebelum serta setelah keterlibatan dalam kegiatan tari. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan
IAINGAWIIAINGAWI Fokus penelitian ini pada langkah penekanan integritas pancasila yang ditekankan pada anak usia pendidikan dasar yang berada di lingkungan sekolah, lingkunganFokus penelitian ini pada langkah penekanan integritas pancasila yang ditekankan pada anak usia pendidikan dasar yang berada di lingkungan sekolah, lingkungan
Useful /
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Penelitian ini mengkaji bagaimana ritual Sedekah Desa yang dilaksanakan di Desa Kandangan, Jawa Timur, merepresentasikan dimensi-dimensi utama dari moderasiPenelitian ini mengkaji bagaimana ritual Sedekah Desa yang dilaksanakan di Desa Kandangan, Jawa Timur, merepresentasikan dimensi-dimensi utama dari moderasi
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI (2) kerangka dialog sosial-budaya yang menekankan pluralisme, inklusivitas, dan keterlibatan antaragama melalui komunikasi artistik dan simbolis. dan (3)(2) kerangka dialog sosial-budaya yang menekankan pluralisme, inklusivitas, dan keterlibatan antaragama melalui komunikasi artistik dan simbolis. dan (3)
UAIUAI Pengenalan keaksaraan awal pada anak usia dini sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan media papanPengenalan keaksaraan awal pada anak usia dini sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan media papan
UAIUAI Kerjasama guru dan orang tua dilakukan melalui komunikasi berkelanjutan, baik langsung maupun melalui grup WA serta pertemuan rutin komite sekolah. EvaluasiKerjasama guru dan orang tua dilakukan melalui komunikasi berkelanjutan, baik langsung maupun melalui grup WA serta pertemuan rutin komite sekolah. Evaluasi