UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Penelitian ini mengkaji bagaimana ritual Sedekah Desa yang dilaksanakan di Desa Kandangan, Jawa Timur, merepresentasikan dimensi-dimensi utama dari moderasi beragama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap rangkaian kegiatan ritual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mengaktualisasikan empat indikator utama moderasi beragama: (1) toleransi (tasāmuh) yang tercermin dalam praktik doa bersama lintas kelompok agama; (2) kesetaraan (musāwah) yang tampak dalam keterlibatan seluruh lapisan sosial masyarakat dalam perjamuan bersama; (3) keadilan (iʿtidāl) yang disimbolkan melalui prosesi jolen sebagai ekspresi keseimbangan antara relasi dengan Tuhan (ḥabl min Allāh) dan dengan sesama (ḥabl min al-nās); dan (4) adaptabilitas (taṭawawwur wa ibtikār) yang terlihat dari kemampuan masyarakat mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan ekspresi budaya lokal secara kreatif. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Desa berfungsi sebagai mekanisme sosial-keagamaan yang dinamis dalam memperkuat inklusivitas, harmoni antarkelompok, dan ketahanan budaya dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer.

Tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan berakar dari tradisi Nyadran periode Megalitikum, kemudian disesuaikan melalui masa Hindu dan Islam, serta kini ditegaskan sebagai ritus sosial-keagamaan yang akomodatif oleh FKUB lokal.Prosesi tradisi ini mengaktualisasikan indikator moderasi beragama seperti tasāmuh (toleransi dalam doa lintas iman), musāwah (kesetaraan dalam perjamuan kumpul bujono), itidāl (keseimbangan hablum minallāh dan hablum minannās melalui arak-arakan jolen), dan tathawwur wa ibtikār (adaptasi nilai keagamaan dan budaya).Tradisi Sedekah Desa menunjukkan praktik keagamaan ghairu mahdhah yang inklusif dan selaras dengan kearifan lokal berdasarkan kaidah ushul fiqh al-ādatu muhakkamah, berkontribusi pada pribumisasi Islam di Indonesia, dan menjadi rujukan bagi penelitian moderasi beragama selanjutnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan merupakan contoh nyata moderasi beragama. Untuk memperkaya pemahaman, studi selanjutnya bisa meneliti bagaimana tradisi serupa di desa-desa lain di Indonesia, khususnya di wilayah dengan komposisi demografi dan sejarah yang berbeda, juga merepresentasikan nilai-nilai moderasi atau justru menghadapi tantangan yang unik. Misalnya, apakah faktor kepemimpinan lokal atau interaksi antar-kelompok agama turut membentuk praktik-praktik tersebut, dan bagaimana adaptasinya dari waktu ke waktu. Selain itu, menarik untuk mengkaji dampak jangka panjang dari penyelenggaraan tradisi Sedekah Desa ini terhadap generasi muda di Desa Kandangan. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah sejauh mana nilai-nilai toleransi dan kesetaraan ini tersampaikan dan diinternalisasi oleh anak-anak dan remaja, serta bagaimana mereka akan menjaga relevansi tradisi ini di masa depan di tengah perubahan zaman. Lebih lanjut, sebuah studi dapat mengeksplorasi potensi adaptasi dan replikasi elemen-elemen kunci dari Sedekah Desa, seperti prosesi doa bersama atau kumpul bujono, untuk diterapkan sebagai model praktik moderasi di lingkungan perkotaan atau komunitas yang baru terbentuk, di mana ikatan tradisional mungkin tidak sekuat di pedesaan. Penelitian semacam ini dapat membantu pemerintah daerah atau organisasi masyarakat dalam mengembangkan program penguatan kerukunan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kita bisa memahami lebih dalam mekanisme keberhasilan moderasi beragama yang terintegrasi dengan budaya, serta mengidentifikasi strategi untuk menyebarkannya ke konteks yang lebih luas.

  1. Religious Moderation in Indonesian Context | Hakim | Al-Albab. religious moderation indonesian context... doi.org/10.24260/alalbab.v12i1.2619Religious Moderation in Indonesian Context Hakim Al Albab religious moderation indonesian context doi 10 24260 alalbab v12i1 2619
  2. Islam, Local Wisdom and Religious Harmony: Religious Moderation in East-Java Christian Village Bases... doi.org/10.18860/eh.v24i1.16264Islam Local Wisdom and Religious Harmony Religious Moderation in East Java Christian Village Bases doi 10 18860 eh v24i1 16264
  3. REVISITING THE CONCEPT OF THE JAVANESE ISLAM: GENEALOGY, ACADEMIC REPRESENTATION, AND CULTURAL STRATEGY... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/al-araf/article/view/3966REVISITING THE CONCEPT OF THE JAVANESE ISLAM GENEALOGY ACADEMIC REPRESENTATION AND CULTURAL STRATEGY ejournal uinsaid ac index php al araf article view 3966
  4. Konsep Moderasi Islam dalam Pemikiran | Millah: Journal of Religious Studies. konsep moderasi islam pemikiran... journal.uii.ac.id/Millah/article/view/14909Konsep Moderasi Islam dalam Pemikiran Millah Journal of Religious Studies konsep moderasi islam pemikiran journal uii ac Millah article view 14909
Read online
File size494.48 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test