UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Kajian ini mengeksplorasi dua tema utama: naskah Qawaid al-Iman fi Bayan al-Iman karya Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim, dan narasi interogasi Sayyidina Ali oleh Khawarij, sebagaimana disajikan dalam naskah ini. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif, kajian ini bertujuan untuk mengkaji isu-isu ini secara mendalam, memanfaatkan pendekatan filologis untuk menganalisis teks. Penelitian ini mengadopsi kerangka deskriptif untuk merinci langkah-langkah sistematis analisis filologis, termasuk identifikasi teks, katalogisasi naskah, deskripsi, studi perbandingan, transliterasi, dan penerjemahan. Temuan menunjukkan bahwa naskah berjudul Qawaid al-Imani fi Bayan al-Iman (Prinsip-prinsip Iman: Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman) ditulis oleh Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim selama pekerjaan misionaris Islamnya di Desa Muara Jernih antara tahun 1970 dan 1980, dengan pekerjaan yang diselesaikan lima tahun sebelum kematiannya. Naskah ini membentang 127 halaman dan ditulis dalam bahasa Arab Melayu. Selain itu, kajian ini juga mengkaji episode ketika Sayyidina Ali ditanyai oleh kaum Khawarij. Jawabannya, yang ditandai dengan pengetahuannya yang mendalam dan keterampilan retorikanya, berhasil meyakinkan kaum Khawarij untuk mempertimbangkan kembali pendirian mereka dan akhirnya kembali ke pangkuan Islam.

Manuskrip Qawaid al-Iman fi Bayan al-Iman (Prinsip-prinsip Iman.Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman), yang ditulis oleh Sheikh Tengku H.Muhammad bin Alim, dibuat selama masa dakwahnya di Desa Muara Jernih antara tahun 1970 dan 1980, selesai lima tahun sebelum kematiannya.Manuskrip ini mencakup berbagai topik seperti hukum syariah, rukun iman, sifat moral, cerita dan parabel, serta diskusi tentang pemeliharaan tubuh setelah kematian.Isi utamanya adalah interaksi antara Sayyidina Ali dan Khawarij, di mana Ali menjawab pertanyaan berulang kali tentang keunggulan ilmu pengetahuan.Ali memberikan berbagai alasan mengapa ilmu pengetahuan lebih unggul daripada harta, menekankan bahwa sementara harta dapat rusak dan membuat hati keras, ilmu pengetahuan tetap abadi dan mampu menerangi jiwa.Pernyataannya bahwa ia akan memberikan alasan berbeda tergantung jumlah pertanyaan menunjukkan nilai tak terbatas dan multifaset dari ilmu pengetahuan.Pertukaran ini menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dalam pemikiran Islam, tema yang ditekankan oleh Sheikh Tengku sepanjang manuskripnya, menegaskan keunggulannya atas kekayaan material di dunia dan akhirat.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak manuskrip Qawaid Al-Iman terhadap praktik keagamaan masyarakat lokal di Jambi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara pandangan Khawarij dalam manuskrip ini dengan kelompok Islam lainnya untuk memahami perkembangan sejarah pemikiran Islam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran manuskrip tradisional dalam pelestarian pengetahuan keagamaan, khususnya dalam konteks modernisasi dan globalisasi.

  1. IDEOLOGI, KEYAKINAN, DOKTRIN DAN BID’AH KHAWARIJ: Kajian Teologi Khawarij Zaman Modern | Jurnal... doi.org/10.21580/teo.2016.27.2.1076IDEOLOGI KEYAKINAN DOKTRIN DAN BIDAoAH KHAWARIJ Kajian Teologi Khawarij Zaman Modern Jurnal doi 10 21580 teo 2016 27 2 1076
  2. Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam | Jurnal Riset Agama. kewajiban menuntut ilmu islam jurnal riset... journal.uinsgd.ac.id/index.php/jra/article/view/14568Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam Jurnal Riset Agama kewajiban menuntut ilmu islam jurnal riset journal uinsgd ac index php jra article view 14568
Read online
File size286.84 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test