UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanKitab tafsir merupakan salah satu sarana penting dalam menjelaskan dan mendalami ajaran Al-Quran di tengah masyarakat. Selain berfungsi sebagai instrumen keagamaan, kitab tafsir sering kali mencerminkan kekayaan budaya dengan menggabungkan aspek-aspek keislaman dengan nilai-nilai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas kultural masyarakat Sunda tercermin dalam Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran yang ditulis oleh K.H. Ahmad Sanusi dari Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas kultural dalam Tafsir Raudhatul Irfan tercermin dalam beberapa aspek kearifan lokal, terutama dalam bidang bahasa. Bahasa Sunda yang digunakan dalam tafsir ini adalah bahasa sehari-hari mufassir, sehingga penulisan tafsir ini ditujukan terutama untuk para santri di pesantren dan masyarakat Sunda yang memahami bahasa tersebut, bukan untuk khalayak luas. Selain itu, identitas kultural juga terlihat dalam bidang penulisan, di mana mufassir menggunakan aksara Pegon untuk menyampaikan isi tafsirnya. Aksara Pegon, yang merupakan sistem penulisan dengan huruf Arab untuk bahasa Sunda, Jawa, dan Madura, digunakan dalam tafsir ini sebagai sarana untuk menjaga dan melestarikan tradisi literasi lokal sambil tetap menyampaikan ajaran Islam.
Cultural identity encompasses local wisdom, which includes aspects of language, activities, practices, customs, and traditions that are unique to a particular region.This study reveals that the Tafsir Raudhatul Irfan by K.Ahmad Sanusi, a prominent scholar from West Java, is a reflection of such cultural identity.The cultural identity in this tafsir is clearly evident through the use of the Sundanese language, which the mufassir chose to communicate the Quranic message to students who were already familiar with the language rather than to a broader audience.This choice was not only influenced by K.Ahmad Sanusis background as a student of Islamic knowledge but also served to strengthen the local cultural ties within Islamic education.Ahmad Sanusi employed the Pegon script, a writing system resembling the Arabic script used for the Sundanese, Javanese, and Madurese languages.The use of Pegon in this tafsir also had a strategic dimension, aimed at maintaining confidentiality in communication between Islamic schools and preventing comprehension by the Dutch colonial authorities, thus reflecting local wisdom in the social and political context of that time.
Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran Islam di kalangan masyarakat Sunda. Kedua, dapat dilakukan studi komparatif antara tafsir Raudhatul Irfan dengan tafsir-tafsir lain yang menggunakan bahasa daerah, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan interpretasi dan penyampaian pesan agama. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran dan pengaruh aksara Pegon dalam melestarikan tradisi literasi lokal dan menjaga identitas budaya Sunda dalam konteks keagamaan.
- Metodologi Tafsir Ulama Nusantara di Tanah Pasundan (Telaah Atas Kitab Tafsir Rawdhat Al-‘Irfân... jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu/article/view/6Metodologi Tafsir Ulama Nusantara di Tanah Pasundan Telaah Atas Kitab Tafsir Rawdhat Al AoIrfyn jurnal stiq assyifa ac alfahmu article view 6
- Tasawuf Sunda dan Warisan Islam Nusantara: Martabat Tujuh dalam Dangding Haji Hasan Mustapa (1852-1930)... doi.org/10.15408/bat.v20i2.3760Tasawuf Sunda dan Warisan Islam Nusantara Martabat Tujuh dalam Dangding Haji Hasan Mustapa 1852 1930 doi 10 15408 bat v20i2 3760
- Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma'rifatil Qur'an by K.H. Ahmad... doi.org/10.30983/fuaduna.v8i1.8490Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad doi 10 30983 fuaduna v8i1 8490
| File size | 401.15 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Studi ini bertujuan untuk menganalisis model tata kelola big data pemerintah yang dapat meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu. Penelitian iniStudi ini bertujuan untuk menganalisis model tata kelola big data pemerintah yang dapat meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu. Penelitian ini
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Penelitian ini berfokus pada penggunaan AI dalam penyampaian layanan publik, pengambilan keputusan administratif, dan efisiensi birokrasi, sekaligus mengkajiPenelitian ini berfokus pada penggunaan AI dalam penyampaian layanan publik, pengambilan keputusan administratif, dan efisiensi birokrasi, sekaligus mengkaji
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik dan keamanan harus dipahami sebagai isu konstitusional, bukan hanya sebagaiPenggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik dan keamanan harus dipahami sebagai isu konstitusional, bukan hanya sebagai
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model mencapai akurasi 92,3%, F1-score 91,8%, dan AUC 99,5%, dengan hanya 3,67 juta parameter. Dibandingkan dengan ResNet50,Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model mencapai akurasi 92,3%, F1-score 91,8%, dan AUC 99,5%, dengan hanya 3,67 juta parameter. Dibandingkan dengan ResNet50,
APPISIAPPISI (2023), penggunaan bahasa lokal sebagai cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap daerah dapat membantu memperkuat pondasi budaya. Penelitian ini menggunakan(2023), penggunaan bahasa lokal sebagai cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap daerah dapat membantu memperkuat pondasi budaya. Penelitian ini menggunakan
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Motivasi menulis berakar pada idealisme pelestarian budaya. Penulis Sunda menulis bukan sekadar untuk kepuasan pribadi atau pencapaian profesional, melainkanMotivasi menulis berakar pada idealisme pelestarian budaya. Penulis Sunda menulis bukan sekadar untuk kepuasan pribadi atau pencapaian profesional, melainkan
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Permasalahan utama yang diangkat adalah melemahnya kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal akibat dominasi budaya global yang seragam.Permasalahan utama yang diangkat adalah melemahnya kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal akibat dominasi budaya global yang seragam.
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Aplikasi MES berbasis web ini tidak memerlukan pengaturan khusus di komputer pengguna. cukup dengan komputer yang terhubung ke jaringan dan server sertaAplikasi MES berbasis web ini tidak memerlukan pengaturan khusus di komputer pengguna. cukup dengan komputer yang terhubung ke jaringan dan server serta
Useful /
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Pada akhirnya, studi ini menegaskan bahwa ekoteologi di Sulawesi Selatan bukanlah sebuah konstruksi baru, melainkan diskursus yang berakar secara historisPada akhirnya, studi ini menegaskan bahwa ekoteologi di Sulawesi Selatan bukanlah sebuah konstruksi baru, melainkan diskursus yang berakar secara historis
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi audiens melalui komentar tidak hanya menciptakan resonansi afektif, tetapi juga menjadi ruang untuk klarifikasiPenelitian ini menunjukkan bahwa interaksi audiens melalui komentar tidak hanya menciptakan resonansi afektif, tetapi juga menjadi ruang untuk klarifikasi
KIPMIKIPMI Gambar SEM memperlihatkan struktur berbentuk batang dan flake tidak beraturan dengan ukuran rata‑rata 80 nm. Nanokomposit menunjukkan efisiensi fotodegradasiGambar SEM memperlihatkan struktur berbentuk batang dan flake tidak beraturan dengan ukuran rata‑rata 80 nm. Nanokomposit menunjukkan efisiensi fotodegradasi
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Meskipun terjadi pergeseran global menuju sapaan tanpa kontak yang dipicu oleh pandemi COVID-19, sejumlah besar anak muda di Nigeria terus melakukan praktikMeskipun terjadi pergeseran global menuju sapaan tanpa kontak yang dipicu oleh pandemi COVID-19, sejumlah besar anak muda di Nigeria terus melakukan praktik