APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Tujuan dari memperkenalkan Budaya Sunda khususnya bahasa sunda kepada mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung adalah untuk meningkatkan kesadaran akan budaya dan identitas lokal. Menurut Meliani et al. (2023), penggunaan bahasa lokal sebagai cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap daerah dapat membantu memperkuat pondasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data yang mendalam. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, yang dibagikan dan diisi oleh mahasiswa Pariwisata STIEPAR Yapari Bandung. Dengan mengadakan program khusus dalam kurikulum STIEPAR Yapari Bandung, maka mahasiswa mendapatkan langkah awal dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya di kalangan generasi muda.

Bahasa merupakan komponen penting dalam membentuk identitas budaya suatu masyarakat, dan keberagaman bahasa daerah di Indonesia merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.Mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung, sebagian besar dari suku Sunda, menilai pentingnya mempelajari dan melestarikan budaya Sunda, khususnya bahasa Sunda, dan pendapat serupa juga diungkapkan oleh mahasiswa dari luar suku Sunda.Seluruh responden sepakat bahwa perlu adanya program khusus yang memasukkan bahasa Sunda ke dalam kurikulum sebagai langkah awal pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas budaya generasi muda.

Pertama, perlu diteliti efektivitas integrasi bahasa Sunda ke dalam kurikulum secara formal terhadap peningkatan kesadaran budaya dan penguasaan bahasa di kalangan mahasiswa STIEPAR Yapari Bandung, termasuk membandingkan hasil antara mahasiswa suku Sunda dan non-Sunda. Kedua, penting untuk mengkaji bentuk program ekstrakurikuler berbasis budaya Sunda, seperti pelatihan kesenian tradisional atau kompetisi bahasa daerah, dalam memperkuat identitas budaya mahasiswa di lingkungan kota Bandung yang multikultural. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian terkait kendala dan motivasi mahasiswa dari luar daerah dalam mempelajari bahasa Sunda, serta bagaimana faktor lingkungan sosial kampus memengaruhi minat dan partisipasi mereka dalam pelestarian budaya lokal, agar program yang dirancang benar-benar inklusif dan berkelanjutan.

  1. Model Narasikom: Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Sunda Siswa Kelas Rendah | Didaktika Tauhidi:... ojs.unida.info/jtdik/article/view/6910Model Narasikom Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Sunda Siswa Kelas Rendah Didaktika Tauhidi ojs unida jtdik article view 6910
Read online
File size1.2 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test