LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman berkomunikasi penulis Sunda dalam menulis dan menyampaikan pesan budaya, serta memotivasi, strategi, dan nilai yang mereka pegang dalam proses kepenulisan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini melibatkan delapan penulis Sunda yang aktif berkarya di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama penulis Sunda adalah pelestarian bahasa dan budaya, yang dipandang sebagai panggilan batin dan bentuk tanggung jawab moral. Strategi komunikasi yang digunakan mencakup observasi faktual, refleksi mendalam, dan penggunaan bahasa komunikatif yang adaptif terhadap pembaca. Nilai dan idealisme kepenulisan mencerminkan kejujuran, moralitas, serta komitmen terhadap pelestarian budaya. Selain itu, penulis Sunda juga aktif dalam upaya regenerasi melalui pelatihan sastra dan digitalisasi karya. Penelitian ini menegaskan peran penulis Sunda sebagai agen pelestarian budaya yang mampu menjadi mediator antara tradisi lokal dan arus global.

Motivasi menulis berakar pada idealisme pelestarian budaya.Penulis Sunda menulis bukan sekadar untuk kepuasan pribadi atau pencapaian profesional, melainkan sebagai panggilan batin dan bentuk tanggung jawab moral.Menulis dipandang sebagai sarana untuk menjaga eksistensi bahasa Sunda, memperkuat identitas budaya, dan menyampaikan nilai-nilai moral kepada masyarakat.Strategi komunikasi yang digunakan bersifat kontekstual dan adaptif.Penulis Sunda mengandalkan observasi faktual, refleksi mendalam, dan penggunaan bahasa komunikatif untuk menyampaikan pesan budaya.Strategi ini memastikan bahwa karya tulis tidak hanya imajinatif, tetapi juga informatif, relevan, dan mudah dipahami oleh pembaca lintas generasi.Nilai dan idealisme kepenulisan mencerminkan kejujuran dan tanggung jawab moral.Penulis Sunda menolak menulis hal-hal yang merusak moral, dan sebaliknya berusaha menyampaikan pesan yang mendidik, informatif, dan menghibur.Nilai kejujuran, amar maruf nahi munkar, serta komitmen terhadap pelestarian budaya menjadi prinsip utama dalam kepenulisan mereka.Upaya pelestarian dilakukan melalui karya tulis, pelatihan generasi muda, dan digitalisasi.Penulis Sunda tidak hanya menulis, tetapi juga aktif dalam kegiatan pelatihan sastra, regenerasi penulis muda, serta dokumentasi digital karya sastra Sunda.Upaya ini menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan budaya di era globalisasi.Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penulis Sunda berperan sebagai mediator antara tradisi lokal dan arus global.Mereka menggunakan karya tulis sebagai sarana untuk menjaga eksistensi bahasa Sunda sekaligus memperkenalkan budaya Sunda kepada dunia luar.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi komunikasi penulis Sunda dalam mencapai pembaca lintas generasi, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan bahasa Indonesia atau bahasa asing. Bagaimana penulis Sunda dapat menjembatani kesenjangan ini dan memastikan pesan budaya mereka tetap relevan dan menarik bagi generasi muda? 2. Selain digitalisasi, bagaimana penulis Sunda dapat memanfaatkan platform media sosial atau teknologi digital lainnya untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan mempromosikan pelestarian bahasa dan budaya Sunda? Apakah ada strategi komunikasi baru yang dapat dikembangkan untuk memanfaatkan media digital secara efektif? 3. Bagaimana peran penulis Sunda dalam regenerasi penulis muda dan bagaimana mereka dapat memfasilitasi transfer pengetahuan dan nilai-nilai budaya kepada generasi penulis muda? Apakah ada program pelatihan atau mentoring yang dapat dikembangkan untuk memastikan kelangsungan kepenulisan Sunda dan pelestarian budaya?.

Read online
File size266.3 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test