LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

ABSTRAK. Kelangsungan eksistensi seni Kuda Kosong sebagai wujud karya seni masyarakat Cianjur Jawa Barat harus terus diupayakan perkembangannya agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sehingga seni tersebut dapat dilesatarikan keberadaanya. Penelitian ini berjudul, “. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan/pemupuan etnografis, yakni mengumpulkan data dengan cara wawancara dan observasi. Sistem regenerasi merupakan satu di antara cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Kuda Kosong melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal yang masih jauh dari harapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi eksistensi kesenian Kuda Kosong Cianjur. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer.

Kesenian Kuda Kosong merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya melestarikan sejarah, nilai kerendahan hati, serta makna mistik, penghormatan, dan kebijaksanaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana promosi budaya dan peningkatan ekonomi lokal.Pertunjukan ini dilengkapi dengan ritual-ritual khusus sebelum penampilan, seperti memandikan kuda, doa bersama, dan bertawasul, serta dijadwalkan pada hari-hari peringatan penting seperti Hari Jadi Kabupaten Cianjur dan Hari Kemerdekaan.Keberlanjutan kesenian ini sangat bergantung pada proses regenerasi baik secara vertikal maupun horizontal, yang memerlukan sinergi antara masyarakat, seniman, pecinta seni, serta pemerintah daerah dan pusat.

Penelitian selanjutnya sebaiknya mengkaji dampak penggunaan platform media digital terhadap proses transmisi horizontal pengetahuan Kuda Kosong di kalangan pemuda Cianjur, sehingga dapat menilai sejauh mana teknologi memperkuat atau mengubah pola pelestarian seni tradisional. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas metode transmisi vertikal (melalui keluarga) dengan metode transmisi horizontal (melalui pelatihan komunitas) dalam mempertahankan kualitas teknik dan estetika pertunjukan, guna mengidentifikasi pendekatan yang paling berkelanjutan. Selanjutnya, penting pula untuk mengeksplorasi integrasi pertunjukan Kuda Kosong ke dalam model pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dengan menjaga keaslian budaya, dengan memperhatikan persepsi pengunjung, dampak sosial‑ekonomi, serta strategi pelestarian jangka panjang.

  1. Vol 9, No 1 (2020). vol doi https dharmakarya v9i1 isi artikel pengaruh pendidikan kesehatan pengetahuan... doi.org/10.24198/dharmakarya.v9i1Vol 9 No 1 2020 vol doi https dharmakarya v9i1 isi artikel pengaruh pendidikan kesehatan pengetahuan doi 10 24198 dharmakarya v9i1
  2. DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. dharmakarya jurnal aplikasi ipteks masyarakat diterbitkan... doi.org/10.24198/dharmakaryaDHARMAKARYA Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat dharmakarya jurnal aplikasi ipteks masyarakat diterbitkan doi 10 24198 dharmakarya
  3. DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. dharmakarya jurnal aplikasi ipteks masyarakat diterbitkan... jurnal.unpad.ac.id/dharmakaryaDHARMAKARYA Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat dharmakarya jurnal aplikasi ipteks masyarakat diterbitkan jurnal unpad ac dharmakarya
Read online
File size501.69 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test