STIKESABDURAHMANSTIKESABDURAHMAN

JURNAL FARMASI ABDURAHMANJURNAL FARMASI ABDURAHMAN

Salah satu tanaman yang berkhasiat obat, dikenal dan digunakan masyarakat adalah tanaman jambu biji. Beberapa resep tanaman jambu biji telah terbukti mengobati diare, disentri, demam berdarah, gusi bengkak, sariawan, jantung dan diabetes. Bagian tanaman daun jambu biji yang dapat berkhasiat sebagai obat tradisional adalah daun dan buahnya. Desain Penelitian ini adalah eksperimental dengan penelitian optimasi formula dan uji sediaan gel anti jerawat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Pengambilan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) yang di ambil dari kebun Jakabaring Palembang Sumatera Selatan. Hasil penelitian hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa formula yang ke 3 dengan persentase 11% yang memiliki daya hambat paling besar dibandingkan dengan sediaan yang lainya, sedangkan dibandingkan dengan kontrol positif persentase 11% masih memiliki lebar daya hambat yang cukup tinggi karena ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavanoid yang cukup besar sebagai antibakteri.

Pengujian aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak daun jambu biji terhadap Staphylococcus epidermidis diketahui bahwa dari ketiga formula memiliki aktifitas terhadap Staphylococcus epidermidis bakteri dengan diameter zona hambatan masing-masing F1 11,6 mm, F2 12mm, dan F3 sebesar 15 mm.Berdasarkan hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa formula yang ke 3 dengan persentase 11% yang memiliki daya hambat paling besar dibandingkan dengan sediaan yang lainya.Ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavanoid yang cukup besar sebagai antibakteri, sehingga lebih efektif dibandingkan dengan antibiotik.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengembangkan formulasi gel yang lebih ideal, terutama terkait dengan nilai pH dan parameter sediaan gel lainnya. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah gel ekstrak daun jambu biji memiliki efektivitas terhadap jenis bakteri lainnya. Sebagai pengembangan, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas gel jambu biji dalam kombinasi dengan bahan aktif anti-jerawat lainnya, seperti asam salisilat atau benzoil peroksida, untuk melihat potensi sinergis dalam mengatasi jerawat. Penelitian mengenai stabilitas gel jambu biji selama penyimpanan dalam berbagai kondisi suhu dan kelembaban juga penting untuk dilakukan, guna memastikan kualitas dan efektivitas produk selama masa simpan. Terakhir, studi klinis pada manusia dengan berbagai tingkat keparahan jerawat perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan gel jambu biji sebagai alternatif pengobatan jerawat topikal.

  1. FORMULASI DAN UJI PELEPASAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DENGAN POTENSI ANTIJERAWAT | Jurnal Kimia... doi.org/10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p03FORMULASI DAN UJI PELEPASAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DENGAN POTENSI ANTIJERAWAT Jurnal Kimia doi 10 24843 JCHEM 2020 v14 i02 p03
Read online
File size423.68 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test