STIKESABDURAHMANSTIKESABDURAHMAN

JURNAL FARMASI ABDURAHMANJURNAL FARMASI ABDURAHMAN

Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah durian (Durio zibethinus Murray). Durian merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak dan konsentrasi ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) pada mencit putih jantan galur swiss webster yang diinduksi Oleum ricini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan jumlah tikus yang digunakan dalam tiap kelompok adalah lima ekor. Jadi tikus yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 ekor. Populasi dalam penelitian ini menggunakan daun durian tua dan segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia ekstrak etanol daun durian (Durio zibenthinus murray) menunjukkan adanya senyawa flavonoid, steroid dan saponin, ada efek antiinflamasi ekstrak etanol daun durian (Durio zibenthinus Murray), dan ada pengaruh konsentrasi terhadap efek antiinflamasi ekstrak etanol daun durian (Durio zibenthinus Murray). Dosis 400mg/KgBB merupakan dosis yang menunjukan efek antiinflamasi paling baik dibanding dengan dosis 200mg/KgBB dan dosis 800mg/KgBB.

Skrining fitokimia ekstrak etanol daun durian (Durio zibenthinus Murray) menunjukkan adanya senyawa flavonoid, steroid, dan saponin.Ekstrak etanol daun durian memiliki efek antiinflamasi pada tikus putih jantan yang diinduksi.Konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap efek antiinflamasi, dengan dosis 400mg/KgBB menunjukkan efek terbaik dibandingkan dosis 200mg/KgBB dan 800mg/KgBB.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi antiinflamasi daun durian. Studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi mekanisme molekuler yang mendasari efek antiinflamasi ini, misalnya dengan mengidentifikasi target protein spesifik yang dipengaruhi oleh senyawa aktif dalam ekstrak daun durian. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun durian dalam model inflamasi yang lebih kompleks dan relevan dengan penyakit inflamasi pada manusia. Pengembangan formulasi sediaan yang stabil dan mudah diberikan juga penting untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efikasi ekstrak daun durian sebagai agen antiinflamasi. Terakhir, studi toksisitas jangka panjang perlu dilakukan untuk memastikan keamanan penggunaan ekstrak daun durian sebagai terapi antiinflamasi.

Read online
File size521.95 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test