HAMZANWADIHAMZANWADI

Jurnal ElemenJurnal Elemen

Siswa sering mengalami kesulitan mentransfer pengetahuan prosedural mereka tentang persamaan linear menjadi solusi bermakna ketika dihadapkan pada soal cerita, yang mengungkap kesenjangan berkelanjutan dalam integrasi pemahaman konseptual, penalaran strategis, dan evaluasi metakognitif. Penelitian ini menyelidiki profil kognitif siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang melibatkan persamaan linear satu variabel. Berdasarkan kerangka yang disintesis dari model heuristik Polya dan proses pemecahan masalah NCTM, penelitian berfokus pada lima tahap kognitif: pemahaman, analisis, perencanaan strategi, pelaksanaan, dan evaluasi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari 30 siswa kelas delapan melalui tugas tertulis dan wawancara semi‑terstruktur. Temuan menunjukkan kinerja kuat pada tahap pemahaman masalah, namun terdapat penurunan signifikan pada tahap evaluasi dan refleksi. Data wawancara mengungkap bahwa siswa berprestasi rendah sering kurang pemahaman konseptual dan kesadaran metakognitif terbatas, sementara siswa berprestasi tinggi mengintegrasikan pemikiran konseptual, prosedural, dan reflektif. Penelitian ini menyoroti kesenjangan antara kefasihan prosedural dan penalaran strategis di berbagai tingkat prestasi, menekankan kebutuhan pendekatan instruksional yang mengintegrasikan scaffolding metakognitif untuk meningkatkan kompetensi pemecahan masalah. Sebuah kerangka diagnostik diusulkan untuk membantu guru mengidentifikasi dan menangani kebutuhan kognitif siswa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terkonsentrasi pada tahap awal proses kognitif, seperti mengidentifikasi informasi eksplisit, namun menurun secara signifikan pada tahap perencanaan strategis, pelaksanaan, dan refleksi metakognitif.Integrasi kerangka Polya dan NCTM berhasil memetakan profil kognitif beragam, mengungkapkan bahwa siswa berprestasi tinggi memiliki kesadaran metakognitif yang meliputi perencanaan, pemantauan diri, dan penilaian reflektif, sementara siswa berprestasi rendah kurang memilikinya.Temuan ini menekankan perlunya pengajaran eksplisit tidak hanya prosedur matematika tetapi juga strategi kognitif dan metakognitif dalam pembelajaran pemecahan masalah.

Pertama, bagaimana pengaruh pemberian scaffolding metakognitif terstruktur terhadap peningkatan kemampuan siswa pada kelima tahap kognitif dalam menyelesaikan soal cerita persamaan linear? Penelitian ini dapat menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan sampel siswa dari beberapa sekolah menengah pertama. Kedua, bagaimana perkembangan profil kognitif siswa dalam memecahkan soal cerita berubah selama tiga tahun pelajaran (kelas 7‑9) jika data dikumpulkan secara longitudinal melalui think‑aloud, eye‑tracking, dan analisis wacana kelas? Studi longitudinal semacam itu akan mengungkap dinamika perubahan strategi dan regulasi diri. Ketiga, apakah kerangka diagnostik yang dikembangkan dapat diterapkan pada domain matematis lain, seperti persamaan kuadrat atau masalah geometri, dan bagaimana pola kesulitan khusus domain muncul? Penelitian komparatif ini akan menguji generalisasi model serta memberikan wawasan tentang kebutuhan intervensi yang berbeda. Ketiga pertanyaan tersebut diharapkan memperluas pemahaman tentang faktor kognitif dan metakognitif serta mendukung perancangan pembelajaran yang lebih efektif. Dengan melibatkan guru, peneliti dapat mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran berbasis metakognisi dalam konteks kelas nyata serta mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi penerapan model.

  1. INVESTIGASI AKTIVITAS METAKOGNISI SISWA SMP PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA | Numeracy. investigasi... ejournal.bbg.ac.id/numeracy/article/view/1896INVESTIGASI AKTIVITAS METAKOGNISI SISWA SMP PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Numeracy investigasi ejournal bbg ac numeracy article view 1896
  2. Conceptual Knowledge, Procedural Knowledge, and Metacognition in Routine and Nonroutine Problem Solving... doi.org/10.1111/cogs.13048Conceptual Knowledge Procedural Knowledge and Metacognition in Routine and Nonroutine Problem Solving doi 10 1111 cogs 13048
  3. Difficulties in mathematical language and representation among elementary school students when solving... e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/jel/article/view/25814Difficulties in mathematical language and representation among elementary school students when solving e journal hamzanwadi ac index php jel article view 25814
  4. ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS... doi.org/10.46244/numeracy.v7i2.1205ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS doi 10 46244 numeracy v7i2 1205
  5. Exploring the sequential structure of students' physics problem-solving approaches using process... doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.21.010111Exploring the sequential structure of students physics problem solving approaches using process doi 10 1103 PhysRevPhysEducRes 21 010111
Read online
File size534.43 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test