LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA
Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan HumanioraKonten-konten yang ditampilkan oleh Dedi Mulyadi melalui kanal media sosialnya tidak hanya yang bersifat formal atau sekadar pencitraan elitis. Namun, ia juga memperlihatkan tindakan nyata dan empati sosial yang mendalam. Lebih lanjut, gaya komunikasi politik yang dilakukan olehnya memperlihatkan arahnya pada pembentukan citra kepemimpinan yang pro rakyat. Ini tercermin dari tindakan politik Dedi Mulyadi yang tidak membatasi dirinya dalam meja dinas atau seremonial politik semata, tetapi juga bertindak langsung ke lapangan, menyapa rakyat dengan penampilan dan bahasa sederhana. Melalui narasi ini, ia sukses menciptakan citra pemimpin yang tidak hanya pintar dalam berbicara semata namun juga memiliki aksi nyata. Fenomena hadirnya sosok Dedi Mulyadi menjadi menarik karena kemunculannya di tengah maraknya krisis kepercayaan publik terhadap pelaku politisi yang cenderung menciptakan jarak dari rakyatnya. Di saat banyak politisi berfokus pada pencitraan melalui iklan-iklan kampanye yang kaku dan tidak menyentuh sisi emosional masyarakat seperti melalui papan atau poster kampanye dengan gambar wajah yang lebih besar daripada ucapannya. Dedi Mulyadi justru hadir dengan memanfaatkan komunikasi langsung serta membangun hubungan emosional baik melalui tatap muka ataupun konten digital yang dipublikasikan. Melalui gaya komunikasi ini memperkuat persepsi bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang layak dipercaya dan dijadikan panutan, terutama di tengah masyarakat yang mendambakan pemimpin yang jujur, peduli, dan tidak berjarak.
Dedi Mulyadi secara konsisten menerapkan strategi komunikasi politik digital yang menonjolkan pendekatan personal, kultural, dan empatik melalui media sosial.Melalui storytelling budaya, humanisasi tokoh, dan penggunaan konten emosional di berbagai platform seperti YouTube dan TikTok, ia berhasil membangun citra sebagai pemimpin pro rakyat.Strategi ini efektif dalam menciptakan kesan bahwa ia adalah pemimpin yang hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar figur formal dalam sistem pemerintahan.Gaya komunikasi yang sederhana, empatik, dan menggunakan bahasa lokal secara langsung berdampak pada peningkatan persepsi positif publik terhadap Dedi Mulyadi, khususnya di Jawa Barat.Ia dipandang sebagai pemimpin yang autentik, dekat, dan mampu mewakili suara rakyat kecil.Kedekatan emosional ini membentuk loyalitas simbolik yang kuat, sebagaimana terlihat dari keterlibatan dan dukungan masyarakat terhadap setiap kontennya.Komunikasi politik yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi menimbulkan polarisasi opini publik di ruang digital.pendukung yang merasa terwakili secara nilai dan emosional, serta penolak yang menilai gaya komunikasinya sebagai populisme atau pencitraan.Fenomena ini memperlihatkan bagaimana komunikasi politik dapat menciptakan interaksi sosial yang kompleks antar kelompok dalam masyarakat.Media sosial memiliki peran krusial dalam memperkuat, membentuk, dan bahkan mempolarisasi persepsi masyarakat terhadap citra politik seorang tokoh.Dalam kasus Dedi Mulyadi, media sosial bukan hanya menjadi medium distribusi pesan, tetapi juga arena kontestasi makna dan penilaian.Efek algoritma dan echo chamber turut memperkuat keterbelahan opini, menjadikan ruang digital sebagai ladang pertarungan simbolik antara pendukung dan pengkritik.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. 1. Kajian mendalam tentang pengaruh komunikasi politik digital terhadap perubahan perilaku politik masyarakat, terutama dalam konteks pembentukan opini kelompok. Fokus pada aspek algoritma media sosial dan dinamika komunikasi kelompok dapat memperkaya literatur akademik.. 2. Penelitian tentang strategi komunikasi politik yang partisipatif dan empati, serta dampaknya terhadap pembentukan citra pemimpin. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pendekatan personal dan kultural dapat meningkatkan keterlibatan dan dukungan publik.. 3. Analisis tentang peran media sosial dalam mempolarisasi opini publik dan menciptakan fragmentasi dalam opini masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana algoritma media sosial memperkuat bias kelompok dan menciptakan ruang kontestasi yang aktif.
| File size | 322.84 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan vokatif profesi dalam bahasa Sunda dari perspektif morfologi dan sintaksis menggunakan metode deskriptif kualitatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan vokatif profesi dalam bahasa Sunda dari perspektif morfologi dan sintaksis menggunakan metode deskriptif kualitatif.
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Kesenian Kuda Kosong merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya melestarikan sejarah,Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Kesenian Kuda Kosong merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya melestarikan sejarah,
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Perspektif ini menyoroti bagaimana makna perilaku sehat dibangun melalui interaksi sosial, bagaimana individu menginterpretasikan peran The GeneralizedPerspektif ini menyoroti bagaimana makna perilaku sehat dibangun melalui interaksi sosial, bagaimana individu menginterpretasikan peran The Generalized
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Peristiwa yang disebut Pasunda Bubat dalam naskah Serat Pararaton adalah sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Lapangan Bubat pada tahun 1357, ketikaPeristiwa yang disebut Pasunda Bubat dalam naskah Serat Pararaton adalah sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Lapangan Bubat pada tahun 1357, ketika
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Selain itu, siswa lebih memahami nilai sejarah dan budaya bangsa melalui proses pembuatan batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakterSelain itu, siswa lebih memahami nilai sejarah dan budaya bangsa melalui proses pembuatan batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda harus dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang melibatkanHasil penelitian menunjukkan bahwa upaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda harus dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang melibatkan
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Analisis tematik dengan triangulasi memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ajaran Islam berdasarkan kearifan lokal denganAnalisis tematik dengan triangulasi memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ajaran Islam berdasarkan kearifan lokal dengan
POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG 28 Tahun 2019) maka; energi 247,3 kkal, karbohidrat 40,09 gram, lemak 7,66 gram, Fe 1,91 mg (memenuhi standar kebutuhan), sedangkan protein 4,51 gram dan28 Tahun 2019) maka; energi 247,3 kkal, karbohidrat 40,09 gram, lemak 7,66 gram, Fe 1,91 mg (memenuhi standar kebutuhan), sedangkan protein 4,51 gram dan
Useful /
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Banyak teks naskah Sunda Kuno Abad XVI Masehi tersebut yang belum terungkap isinya, terutama yang terkait dengan antistunting. Hal ini dimaklumi, karenaBanyak teks naskah Sunda Kuno Abad XVI Masehi tersebut yang belum terungkap isinya, terutama yang terkait dengan antistunting. Hal ini dimaklumi, karena
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media Rainbow Board berhasil mengubah dinamika kelas menjadi lebih interaktif serta secara efektif meningkatkanTemuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media Rainbow Board berhasil mengubah dinamika kelas menjadi lebih interaktif serta secara efektif meningkatkan
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Temuan ini menegaskan bahwa pedagogi pesantren bersifat adaptif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi santri. Penelitian ini berkontribusiTemuan ini menegaskan bahwa pedagogi pesantren bersifat adaptif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi santri. Penelitian ini berkontribusi
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Sebaliknya, perspektif Barat menekankan kesadaran diri, mindfulness, dan tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional. MeskipunSebaliknya, perspektif Barat menekankan kesadaran diri, mindfulness, dan tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional. Meskipun