LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA
Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan HumanioraArtikel ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara tiga entitas: Sunda, Priangan, dan Jawa Barat. Banyak kalangan menyamakan ketiganya, padahal masing-masing memiliki konteks, batasan, dan makna yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-sosiologis melalui studi literatur terhadap sumber-sumber. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Sunda merujuk pada identitas etnokultural yang lebih luas, melampaui batas Provinsi Jawa Barat sekarang, yang ditandai oleh bahasa, sistem keyakinan, dan adat istiadat; (2) Priangan adalah konstruksi kolonial Belanda yang terbentuk dari Mataram dan VOC, yang membentuk identitas aristokratik, budaya menak, dan menjadi jantung kebudayaan Sunda modern; (3) Jawa Barat adalah produk negara-bangsa (nation-state) Indonesia pasca-kemerdekaan yang membekukan dan mengadministrasikan keragaman di dalamnya ke dalam satu wilayah pemerintahan. Ketiganya saling beririsan dan membentuk dialektika yang terus berlangsung, di mana Jawa Barat menjadi wadah politis, Priangan sebagai inti kultural yang dominan, dan Sunda sebagai payung identitas yang lebih inklusif namun juga terkadang tereksklusi oleh dominasi narasi Prianganisasi. Pemahaman terhadap relasi ini penting untuk kebijakan pembangunan yang inklusif dan pelestarian keragaman budaya di tingkat lokal.
Sunda, Priangan, dan Jawa Barat adalah tiga entitas yang saling berhubungan namun tidak identik.Sunda adalah payung etnokultural yang luas dan cair.Priangan adalah jantung kebudayaan Sunda yang terbentuk melalui proses kolonial dan memiliki pengaruh yang sangat dominan.Sementara Jawa Barat adalah wadah administratif negara-bangsa Indonesia yang membekukan keragaman di dalamnya.Relasi ketiganya ditandai oleh dialektika yang terus berlangsung, di mana Jawa Barat menjadi representasi politik dari Sunda, dengan Priangan sebagai inti kulturalnya, namun terdapat ketegangan akibat dominasi budaya Priangan yang meminggirkan varian-varian kebudayaan Sunda lainnya di wilayah Banten, Cirebon, dan daerah pinggiran.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak globalisasi dan urbanisasi terhadap identitas budaya Sunda di kota-kota besar seperti Bekasi dan Depok, serta bagaimana dinamika ini memengaruhi pelestarian bahasa dan tradisi lokal. Selain itu, studi tentang peran pendidikan dalam memperkuat keragaman budaya Sunda, khususnya dalam konteks kurikulum sekolah yang cenderung dominan pada narasi Prianganisasi, menjadi penting. Terakhir, penelitian tentang konstruksi identitas etnik di wilayah perbatasan seperti Banten dan Cirebon, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan narasi dominan Jawa Barat, dapat memberikan perspektif baru untuk memahami dinamika sosial yang kompleks di wilayah tersebut.
| File size | 309.86 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
MALAHAYATIMALAHAYATI Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi ekperimen. Populasi dari penelitian dari kelas 10 dan 11, yakni sebanyakPenelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi ekperimen. Populasi dari penelitian dari kelas 10 dan 11, yakni sebanyak
SARI MUTIARASARI MUTIARA Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masihPerilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masih
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA This study aimed to evaluate the effectiveness of the GEMBIRA program (Gerakan Membiasakan Bersih dan Rajin pada Anak) in improving knowledge and hygiene-relatedThis study aimed to evaluate the effectiveness of the GEMBIRA program (Gerakan Membiasakan Bersih dan Rajin pada Anak) in improving knowledge and hygiene-related
STIK SAMSTIK SAM Faktor perilaku dan pengetahuan juga berkontribusi signifikan terhadap kegagalan pengendalian (OR=4,156 dan OR=2,947 masing‑masing), sedangkan aktivitasFaktor perilaku dan pengetahuan juga berkontribusi signifikan terhadap kegagalan pengendalian (OR=4,156 dan OR=2,947 masing‑masing), sedangkan aktivitas
169169 Pengaruh Pangeran Ronggosukowati tidak hanya terlihat dalam infrastruktur dan pemerintahan, tetapi juga dalam pelestarian tradisi budaya yang menjadi identitasPengaruh Pangeran Ronggosukowati tidak hanya terlihat dalam infrastruktur dan pemerintahan, tetapi juga dalam pelestarian tradisi budaya yang menjadi identitas
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Taruna Indonesia. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajakan kesediaan pelaksanaanKegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Taruna Indonesia. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajakan kesediaan pelaksanaan
ITSCIENCEITSCIENCE d 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 117 orang siswa kelas 6. Hasil kegiatan diharapkan meningkatkan pengetahuan siswa tentang nutrisi dan pencegahand 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 117 orang siswa kelas 6. Hasil kegiatan diharapkan meningkatkan pengetahuan siswa tentang nutrisi dan pencegahan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Setelah dilakukan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan perilaku siswa SD dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat atau kepatuhan dalam menjagaSetelah dilakukan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan perilaku siswa SD dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat atau kepatuhan dalam menjaga
Useful /
169169 Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif interpretatif, dengan memanfaatkan studi literatur, sumber audiovisual, serta pengalaman empiris penelitiPenelitian ini menggunakan metodologi kualitatif interpretatif, dengan memanfaatkan studi literatur, sumber audiovisual, serta pengalaman empiris peneliti
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh pesertaKegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta
ITSCIENCEITSCIENCE Peserta Kegiatan adalah Nakes Perawat, Bidan dan Teknologi Laboratorium Medik yang baru lulus atau baru tamat Kuliah dan dinyatakan lulus UKOM, berjumlahPeserta Kegiatan adalah Nakes Perawat, Bidan dan Teknologi Laboratorium Medik yang baru lulus atau baru tamat Kuliah dan dinyatakan lulus UKOM, berjumlah
LMULMU Metode penelitian ini menggunakan analisis masalah berdasarkan hasil pengolahan data yang terdiri dari analisis karakteristik responden dan Biaya PokokMetode penelitian ini menggunakan analisis masalah berdasarkan hasil pengolahan data yang terdiri dari analisis karakteristik responden dan Biaya Pokok