UINSAUINSA

Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and ManagementProceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management

Sistem Informasi Ketenagaan Pesantren mencerminkan adanya perubahan kebutuhan dan tuntutan dalam pengelolaan informasi untuk mendukung kinerja serta pengambilan keputusan yang lebih baik, terutama di instansi pemerintahan seperti Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Sistem ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan instansi dan masyarakat dengan menyediakan akses yang cepat dan mudah. Dalam upaya tersebut, Kementerian Agama, khususnya bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, mengintegrasikan aplikasi Sistem Informasi Ketenagaan Pesantren. Aplikasi ini mencakup data tenaga pendidik pada pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, sekaligus memudahkan tenaga pendidik dalam mendaftarkan diri untuk mengajukan bantuan tunjangan guru. Metode yang dipergunakan pada ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana metode tersebut menggunakan penelitian yang bersumber serta dirujuk dari beberapa asal yaitu observasi, wawancara serta kepustakaan baik berupa catatan, maupun buku. Adanya aplikasi SIKAP memberikan banyak manfaat, termasuk mempermudah proses verifikasi dan validasi, mempercepat pengajuan tunjangan guru bagi guru pendidikan diniyah, serta mengurangi penggunaan dokumen berbasis kertas (paperless).

Sistem Informasi Manajemen yang digunakan oleh bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) untuk mengelola tunjangan guru, termasuk guru TPQ, adalah Sistem Informasi Ketenagaan Pesantren (SIKAP).Aplikasi SIKAP diluncurkan pada tahun 2021 dan mulai diintegrasikan ke dalam pengelolaan tunjangan guru pendidikan diniyah pada tahun 2022.Aplikasi SIKAP telah terhubung secara terpusat, memungkinkan akses melalui beberapa jenis akun, yaitu akun provinsi, Kemenag kabupaten/kota, dan akun guru.Kehadiran aplikasi SIKAP memberikan banyak manfaat, termasuk mempermudah proses verifikasi dan validasi, mempercepat pengajuan tunjangan guru bagi guru pendidikan diniyah, serta mengurangi penggunaan dokumen berbasis kertas (paperless).

Berdasarkan analisis terhadap implementasi aplikasi SIKAP dalam pengelolaan tunjangan guru TPQ, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak psikologis dan sosial terhadap guru TPQ terkait dengan transisi dari sistem manual ke sistem digital. Perubahan ini mungkin menimbulkan tantangan adaptasi dan kebutuhan pelatihan tambahan, sehingga penelitian dapat mengidentifikasi strategi efektif untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaatnya. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efisiensi dan efektivitas aplikasi SIKAP dalam hal waktu, biaya, dan akurasi data dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang manfaat digitalisasi dan menginformasikan perbaikan lebih lanjut pada sistem. Ketiga, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi dan pengalaman berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru TPQ, petugas Kemenag, dan pihak terkait lainnya, terhadap penggunaan aplikasi SIKAP. Dengan memahami perspektif mereka, dapat diidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adopsi dan kepuasan pengguna, serta peluang untuk meningkatkan desain dan fungsionalitas aplikasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Integrasi ketiga saran ini akan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dampak digitalisasi terhadap pengelolaan tunjangan guru TPQ, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna.

Read online
File size584.55 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test